Radar 24jam

Radar Nusantara Group

“Sungguh Sangat Memperihatinkan Nenek Surtia’h Korban Bencana Tsunami Dipandeglang Tidak Mendapatkan Bantuan Hunian Tetap”

Pandeglang, radar24jam.com |

Nenek lanjut usia Surtia’h 79 Tahun korban Bencana tsunami selat Sunda pada (22 Desember 2018)Desa Sumberjaya Kecamatan Sumur Kabupaten Pandeglang Banten sangat memperihatinkan dirinya mengaku rumah dan hartanya ludes Tergerus Tsunami, bukan itu aja dirinya menyampaikan nyawapun hampir melayang saat Bencana tsunami menerjang.

Ketika di Wawancarai oleh awak media Surti’ah memaparkan,”Saya aneh kenapa tidak dapat huntap (hunian tetap) dari pemerintah? Padahal saat huntara (hunian sementara) saya mendapatkannya sementara rumah saya hancur rata dengan tanah, bahkan nyawa sayapun hampir melayang pada saat itu,”terang Surti’ah Minggu 07-11-2021.

Lanjut Ibu Surti’ah “Bukan rumah saya aja yang hancur rata dengan bumi, rumah anak dan cucu saya juga mengalami hal yang sama habis digerus oleh Tsunami dan mereka juga mengalami nasib yang sama tidak dapat huntap”.jelasnya.

Kini Nenek Surti’ah yang tinggal bersama keluarganya hanya menyimpan sebuah harapan besar untuk mempunyai rumah yang layak

“Saya berharap kepada pemerintah semoga ada jalan terbaik untuk saya, dan saya mengharapkan sekali bantuan hunian tetap (Huntap)”. Harapnya.

Sementara itu aktivis Ujungkulon Adi Suhardi, membenarkan bahwa nenek Surti’ah adalah korban tsunami harta dan rumahnya rata dengan tanah sekarang ia tinggal bersama keluarganya.

Adi Suhardi sangat menyayangkan terkait carut marutnya data penerima huntap di pasir malang, mengingat yang semestinya berhak mendapatkan malah tidak mendapatkan dan sebaliknya ada beberapa korban yang mengalami rusak ringan justru malah mendapatkan huntap, Ini perlu dievaluasi kembali dan diluruskan agar tidak menuai polemik di masyarakat.

“Sangat disayangkan masalah carut-marutnya data penerima Huntap di Pasir Malang,mengingat yang semestinya berhak mendapatkan,malah tidak mendapatkan,dan malah sebaliknya ada beberapa korban Bencana Tsunami yang hanya mengalami kerusakan ringan tempat tinggalnya justru malah mandapatkan Huntap,ini perlu Dievaluasi lagi dan diluruskan agar tidak menuai Polemik Dimasyarakat,”Tegas Adi Suhardi Aktivis Ujung Kulon.

Adi meminta kepada Dinas terkait agar segera mencari solusi terbaik, Terutama kepada BPBD, dan Ibu Bupati Kabupaten Pandeglang agar segera kroscek kebenarannya mana yang kiranya berhak dan mana yang tidak berhak, karena ini faktanya dilapangan ada beberapa orang di sumur yang jelas-jelas para korban tsunami rumahnya rusak berat rata dengan tanah malah tidak mendapatkannya.

“Saya meminta kepada Dinas terkait yaitu BPBD dan Ibu Bupati Pandeglang agar cepat mencari solusi terbaik,dan harus dikroscek ulang,mana yang kiranya berhak dan mana yang tidak berhak untuk menghuni Huntap,karena fakta dilapangan ada beberapa orang Dikecamatan Sumur,yang jelas-jelas korban Bencana Tsunami dan sudah tidak memiliki tempat tinggal,malah tidak mendapatkan Huntap tersebut,”pungkasnya.

(cepz/team)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *