Radar 24jam

Radar Nusantara Group

“TKSK Dan PT POS Kecamatan Picung Diduga Ikut Dalam Penggelapan Program Bantuan Sosial Tunai (BST)Pusat”

Pandeglang, radar24jam.com| Bantuan Sosial Tunai(BST) Pusat adalah sebuah program dari Pemerintah Pusat untuk Masyarakat yang terkena dampak dari Pandemi Covid 19,yang mana Program ini pencairannya melalui PT Pos Indonesia.

Namun sangat disayangkan,karena di Program ini ternyata ada Oknum yang sengaja menggelapkan atau mencairkan bantuan ini tanpa sepengatahuan si penerima bantuan.

Seperti hasil penelusuran Wartawan media online radar24jam.com,tepatnya di salah satu Kampung Di desa Pasir Sedang Kecamatan Picung Kabupaten Pandeglang-Banten,ditemui 4 orang penerima bantuan salah satunya Ibu Inisial SR 45 Tahun,sesuai dengan surat Pernyataan yang sudah dibuat bahwa Ia merasa kecewa dan Dirugikan Karena 4 tahapan Pencairan dana BST terahir dia tidak mendapatkan bantuan tersebut,”awal-awal pengambilan dana BST selalu dicairkan melalui Kecamatan Picung,terus tahapan-tahapan berikutnya dicairkan Di desa saja,dan Di desa inilah mulai saya sudah tidak lagi mendapat Bantuan tanpa ada keterangan yang jelas,dari RT setempat hanya mengatakan bahwa,berkas barkot yang biasa saya dapatkakan sekarang tidak ada,dan artinya saya sudah tidak lagi mendapatkan bantuannya,”jelas Ibu SR 02-09-2021.

Setelah hanya mendapatkan keterangan dari RT setempat bahwa Ibu SR sudah tidak lagi mendapatkan Bantuan tersebut,Ibu SR dan Beberapa Penerima Bantuan mendatangi Kantor Pos di kecamatan Picung,dan menanyakan mengenai Bantuan Sosial Tunai itu,dan ternyata Pihak Kantor POS menjelaskan bahwa uang dari Bantuan untuk Ibu SR dan Teman-temannya,sudah di transfer Kedesa yaitu Desa(Pasir Sedang)dan setelah mendapat keterangan seperti itu dari Kantor Pos,Ibu SR beserta Teman-temanya,Ke desa dan mempertanyakan uang tersebut,yang sudah di transfer kedesa oleh pihak POS,namun sesampai Didesa,tidak ada Kepala Desa ataupun Perangkatnya,setelah Dikantor Desa tidak menemui siapapun akhirnya Ibu SR mendatangi rumah Kepala Desa yang waktu itu masih Agus Wahyudi Kadesnya,tapi setelah ditemui bukannya memberikan Hak kami,malah marah-marah sambil berkata kalau sudah bukan rezeqinya ya sudah,dan jangan lagi kembali untuk menanyakan ini,dan akhirnya Ibu SR dan Teman-temannya pulang dengan rasa kecewa,”saya dan beberapa teman saya datang kekantor POS untuk menanyakan Bantuan itu,tapi kata orang Kantor POS uangnya sudah dicairkan dan di transfer Ke desa,terus kami ke desa untuk menanyakan uang itu namun sampai di desa tidak ada orang satupun,terus kami datang kerumah Kepala Desa Agus,dan kami menanyakan baik-baik,dia malah marah-marah dan bilang kalau sudah bukan rezeqinya ya sudah,dan jangan menanyakan itu lagi kata Dia(Agus),”ungkapnya.

Sesuai hasil penelusuran juga sudah didapat dari pihak Kecamatan,atau salah seorang Staf Kecamatan yang enggan disebutkan Namanya,Ia membenarkan bahwa terkait penggelapan Uang Program Bantuan Sosial Tunai untuk beberapa Masyarakat Didesa-desa Sekitar Wilayah Kecamatan Picung,dan yang diduga yang terlibat adalah salah satunya berinisial R,dan Inisial R ini adalah TKSK(Tenaga Kerja Sosial Kecamatan) Di kecamatan Picunng,dan juga Ia menjelaskan bahwa Pihak Kantor POS juga mencairkan Uang Bantuan ini Kedesa-desa,tidak menempuh prosedur surat Kuasa dari Masyarakat,tapi Pihak Pos hanya Modal Kepercayaan Terhadap Desa,Ia sudah mencairkan Uang Program tersebut,”ia benar saya sudah tau bahwa TKSK inisial R sudah diduga terlibat dalam penggelapan uang anggaran tersebut untuk Masyarakat,dan sangat disayangkan Pihak Kantor Pos juga mencairkan uang ke Pihak beberapa Desa yang ada Di kecamatan Picung tersebut tanpa ada surat yang dikuasakan dari banyak Masyarakat,dan pihak Kantor Pos dengan hanya modal kepercayaan berani untuk mencairkan,akhirnya begini kan,ternyata pihak Desa-desa sudah membohongi dan menggelapkan uang tersebut,akhirnya Masyarakat yang tidak mendapatkan barkot BST,dengan alasan sudah tidak mendapatkan,ternyata Masyarakat sudah dibohongi dan hak untuk mereka sudah diambil,”ungkap staf kecamatan yang enggan disebutkan namanya.

Sejauh ini media online radar24jam.com masih terus melakukan penelusuran,untuk mendapatkan Informasi lebih lanjut.(cepz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *