Radar 24jam

Radar Nusantara Group

“Program PISEW Dikabupaten Pandeglang Disinyalir Pekerjaannya Asal Jadi Dan Kurang Maksimal Ini Kata Torik Azis LSM GPS-Banten”

Pandeglang radar24jam.com-

Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Dan Ekonomi Wilayah(PISEW),adalah Program yang bertujuan untuk menyediakan dan meningkatkan infrastruktur dengan pendekatan partisipasi Masyarakat dalam Skala Kawasan,untuk meningkatkan Sosial Ekonomi Wilayah.Terbangun infrastruktur dasar skala wilayah Kecamatan guna mendorong pengembangan sosial dan ekonomi lokal,berdasarkan potensi atau komoditas unggulan.

Program PISEW ini dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,dan Dikabupaten Pandeglang Program ini Tahap l sudah terealisasi pelaksanaannya dan Tahap ll sedang berjalan.

Berdasarkan Informasi yang dihimpun dan hasil penelusuran dilokasi Desa-desa yang mendapatkan dan melaksanakan Program ini,beberapa Desa sudah menuai kritikan dari kalangan Kontrol Sosial,mulai dari LSM,Wartawan,dan kalangan Pemerhati lainnya.

Seperti sebuah Kritikan yang dilontarkan oleh Torik Azis sebagai salah satu Anggota Lembaga Swadaya Masyarakat Gabungan Pejuang Sukarela(LSM GPS)Banten,Torik menilai bahwa Program PISEW Dikabupaten Pandeglang ini terkesan hanya supaya Program ini Terserap Anggarannya,seperti yang terjadi Didesa Wanagiri Kecamatan Saketi,dimana pelaksanaan Pekerjaan Program Didesa ini terkesan asal jadi dan ahirnya ada masalah,dan sampai sekarang belum selesai 100% padahal ini Tahap l,”Pelaksaan Pekerjaan Program PISEW Didesa Wanagiri ini, salah satu contoh bahwa pekerjaan Diduga Asal Jadi,karena pernah pekerjaan dibongkar lagi karena tidak sesuai dengan Perencanaan,dan ahirnya pekerjaan belum 100% selesai sampai sekarang,padahal ini Tahap l,sementara juga Didesa Waringin Jaya Kecamatan Cigelis juga mendapat kritikan,karena Diduga pekerjaan asal jadi,beber Torik Azis Jumat 15-10-2021.

Kemududian juga mengenai kurang tepatnya titik Pekerjaan dari Desa yang mendapatkan Program PISEW dengan Desa Penyangganya,Torik Azis juga menilai walaupun ini bukan masalah serius,tapi ini menimbulkan Polemik ahirnya,seperti Didesa Banyumas Kecamatan Bojong,Desa Penyangganya adalah Desa Manggung Jaya,tapi pekerjaan jalurnya bukan ke arah Desa Penyangga,bahkan ke arah beda Kecamatan,Juga Didesa Sukasaba Kecamatan Munjul,sesuai dengan Keputusan bahwa Desa Penyangga adalah Desa Munjul,tapi Desa Sukasaba dan Desa Munjul tidak bersinggungan langsung.

“walaupun memang tidak tetlalu dipermasalahkan terkait Desa Penyangga diprogram ini,tapi karena menurut saya ini kurang tepat,ahirnya menuai Polemik dikalangan Masyarakat,seperti Didesa Banyumas Kecamatan Bojong,seharusnya itu pekerjaan mengarah Kedesa Manggung Jaya sebagai Desa penyangganya,tapi malah kearah lain yang jauh dari perencanaan,juga Desa Sukasaba Kecamatan Munjul,kan sesuai Keputusan adalah Desa penyangganya Desa Munjul tapi Desa Sukasaba dan Munjul itu tidak bersinggungan,dalam hal ini saya sebagai Agen Kontrol Sosial menilai bahwa,Perencanaan Diprogram ini Khusus Dikabupaten Pandeglang,merupakan Perencanaan yang asal,”terangnya.

Dalam hal ini Torik Azis Selaku LSM GPS Banten meminta kepada pihak terkait,untuk mengecek lagi hal-hal ini,supaya program ini tersalurkan dan terserap sebagaimana mestinya,dan jika ini tidak menjadi bahan perhatian, LSM GPS Banten akan membuat Laporan Pengaduan,”saya meminta kepada pihak terkait untuk mengecek lagi hal- hal seperti ini,agar program ini tersalurkan dan terserap sebagaimana mestinya,dan kalau saja ini tidak menjadi perhatian,kami akan buat Laporan Pengaduan,”pungkas torik Selaku anggota LSM GPS Banten.

(cepz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *