Radar 24jam

Radar Nusantara Group

“Tempat Untuk Volly Ball Hasil Swadaya Masyarakat,Diklaim Oleh Pihak Desa Kota Dukuh Dibangun Dari Dana Desa”

Pandeglang, radar24jam.com

Dana Desa adalah sebuah Anggaran dari Kementrian Desa yang dikucurkan Kedesa-desa diseluruh Indonesia dan tentunya juga Dikabupaten Pandeglang,Fisik Bangunan yang dibangun dari Dana Desa tentunya harus dari Pihak Desalah yang membangun sebuah kegiatan pekerjaan yang dilaksanakan,karena sudah barang tentu ada perencanaan dan Anggarannya,bukannya hasil bangunan Swadaya Masyarakat,terus diklaim oleh pihak Desa.

Ini sesuai Penelusuran langsung Wartawan radar24jam.com ini terjadi Dikampung Cikapas Desa Kota Dukuh Kecamatan Munjul Kabupaten Pandeglang-Banten,Masyarakat Dikampung Cikapas dengan keinginan yang kuat untuk memiliki sebuah tempat untuk volly ball,mereka membangun dengan cara Swadaya,namun sungguh sangat disayangkan kenapa Pihak Desa mengklaim bahwa itu dibangun dari Dana Desa,padahal itu jelas dari Swadaya,terang salah seorang Warga setempat yang enggan menyebutkan nama,”tempat volly ball itu hasil dibangun oleh Masyarakat Disini bukannya dari Desa yang membangunkannya,”singkat salah seorang warga seraya langsung pergi meninggalkan Minggu 10-10-2021.

Sementara sesuai hasil penelusuran juga bahwa tempat volly ball ini adalah tanah Komsani,yang mana Komsani ini adalah selaku pemilik lahan tersebut,Komsani mengijinkan Tanahnya dipakai untuk lahan tempat volly ball oleh Masyarakat setempat,tapi komsani tidak mengijinkan ketika mengetahui bahwa tanahnya tersebut yang dibangun untuk tempat volly ball oleh Masyarakat setempat ternyata diklaim oleh pihak Desa bahwa itu adalah dibangun dari Dana Desa,dan Dia Komsani juga karena sudah merasa dibohongi oleh Pihak Desa,ketika dia menandatangani sebuah kesepakatan surat yang ternyata terkait Tanah tersebut.

“Saya merasa kecewa dan marah setelah saya mengetahui bahwa ternyata waktu saya disuruh tandatangan oleh Cecep (sebagai Kades Kota Dukuh yang sekarang sudah tidak lagi menjabat)karena sekarang sudah dijabat Oleh Ade Bandos sebagai PJS(pejabat sementara),ternyata selembar surat tersebut yang saya tanda tangani adalah kesepakatan mengenai tanah yang dipakai tempat volly ball,jelas saja saya tidak terima dan tidak mau,”ungkap Komsani.

Setelah hal tersebut diketahui Komsani,Iapun datang kelokasi yang dibangun tempat volly ball,dan tempat itu Dia tanami pohon Pisang,”setelah saya mengetahui bahwa tanah saya yang dikampung Cikapas itu bangunannya diakui orang Desa,saya langsung datang ke tempat itu lalu saya tanami pohon pisang,dan sebenarnya saya akui saya merasa kasihan kepada warga Kampung Cikapas yang sudah membangun tempat itu secara Swadaya,karena kalau saja Pihak Desa tidak mengaku-ngaku bahwa itu dari Dana Desa,saya juga masih mengijinkan kepada warga cikapas untuk dipakai kegiatan Olah Raga volly ball,selama saya atau keluarga saya tidak menggunakannya,dalam hal ini intinya saya sudah merasa dibohongi,”papar Komsani dikediamannya Minggu 10-10-2021.

(cepz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *