Radar 24jam

Radar Nusantara Group

Masyarakat Kecam Kekerasan Oknum Asisten Afdeling II PT. Socfindo terhadap Suriyani

Aceh Singkil, Radar24jam.com

Bahwa negara berkewajiban untuk menjamin perlindungan terhadap perempuan penyandang disabilitas. Acces to justice (Akses pada keadilan) mutlak dibutuhkan oleh masyarakat pencari keadilan, termasuk juga penyandang disabilitas atau difabel. Sebagaimana disebutkan oleh Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, yaitu setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan warga negara lainnya berdasarkan kesamaan hak.

Terkait tindakan Sdr. Heru Triadi Syahputra Damanik Asisten Divisi II PT. Socfindo Lae Butar yang melaporkan balik Suryani dengan dugaan telah melakukan Pengancaman dan Kekerasan, maka kami KOALISI ANTI KEKERASAN DAN DISKRIMINASI RAKYAT ACEH SINGKIL menyatakan sikap:

‌Mengecam tindakan kekerasan terhadap Suryani, seorang penyandang disabilitas;

‌Meminta Kepada Direksi PT. Socfindo untuk segera memberikan Sanksi kepada Heru Triadi Syahputra Damanik dan mere shuffle Pengurus PT. Socfindo Kebun Lae Butar.

‌Meminta Kepada Kepolisian Resort Aceh Singkil untuk segera memproses Laporan Polisi Tindak Pidana Penganiayaan oleh Heru Triadi Syahputra Damanik.

Singkil, 08 Oktober 2021,

KOALISI ANTI KEKERASAN DAN DISKRIMINASI :

Badan Advokasi Indonesia DPC Aceh Singkil (Herman Syahputra, S.H)
YARA Perwakilan Singkil (Mustafa Kamal, S.H.i)
Aktivis Perempuan (Muhammad Rifa’i, S.H., M.H.)
Tokoh Pemuda (Rudi Hardiansyah)
LSM Suara Hati (Irfan Efendi, SE)
Media Mitra Polda (N. LIE)
Lembaga LKLH (Rijal Manik)

Sebelumnya terjadi pemukulan terhadap seorang perempuan penyandang cacat, suriyani (40) tgl, 6/10/2021, yang dilakukan oleh Heru Damanik(Assisten Afd.II PT.Socfindo Perk.Lae Butar).

Dalam insiden itu, Heru Damamik juga mengatakan bahwa dirinya juga dikeroyok oleh belasan ibu-ibu warga pandan Sari itu, sehingga membuatnya merasa terancam. “Saya terlebih dahulu dikeroyok pak, dan saya pada saat itu membela diri, sehingga tersenggol lah ibu Suriyani tersebut. Vidionya lengkap sama kita, karena ada saksi kawan kita”, ujar Heru.(Ns)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *