Radar 24jam

Radar Nusantara Group

“Diduga Bertanggung Jawab Di pengurangan Pagu Program BPNT,TKSK Kecamatan Picung Juga Jadi Pemasok Komoditas”

“Diduga Bertanggung Jawab Di pengurangan Pagu Program BPNT,TKSK Kecamatan Picung Juga Jadi Pemasok Komoditas”

Pandeglang, radar24jam.com

Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) telah berjalan kurang lebih 2 tahun,Program ini dari Kementrian Sosial dan Realisasi dari Bantuan ini adalah beberapa Komoditas Sembako,seperti beras,telur,daging,ikan dan lain sebagainya,dan menunya sesuai pesanan Kelompok Penerima Manfaat(KPM) serta penyalurannya melalui Agen-agen E-warung yang sudah hampir setiap Desa ada.

Tentunya program ini harus mengacu kepada prinsif 6T yaitu tepat sasaran,tepat waktu,tepat jumlah,tepat kualitas,tepat harga dan tepat administrasi,yang mana prinsif 6T ini harus diterapkan dalam program BPNT ini,supaya tertib dalam penyalurannya dan tidak terjadi kesalahan.

Karena benar saja ketika prinsif 6T ini tidak di terapkan sebagaimana mestinya maka akan terjadi kekisruhan dan kesalahpahaman di masyarakat,terutama kepada Kelompok Penerima Manfaat,seperti yang terjadi di salah satu Kampung Leuwigadog Desa Pasirsedang Kecamatan Picung Kabupaten Pandeglang-Banten,beberapa Penerima manfaat mengatakan bahwa di penyaluran yang merekapun sudah lupa tapi sudah di tahun 2021ini,pernah di penyaluran yang harusnya mereka mendapatkan 2 Pagu mereka hanya dapat satu pagu,tapi mereka bilang(si penerima manfaat)tidak apa-apa,salah seorang penerima manfaat yang bernama Anti 46 tahun kami ajak berbincang-bincang,” di penyaluran yang saya juga sudah lupa itu waktu itu yang lain mendapatkan dua pagu tapi saya hanya mendapatkan satu pagu,tidak apa-apalah karena kami percaya saja kepada Pak RT Endin,”terang Anti 27-09-2021.

Juga Anti mengatakan setiap Penyaluran tidak langsung ke E-warung karena memang lumayan jauh,dan selalu di kolektif oleh pak RT yaitu Endin,dan dari Rumah RT Endin ini diambilnya,dan dengan alasan uang bensin jasa antar per penerima manfaat dipinta uang 15000,”kebanyakan setiap penyaluran saya mengambil bantuan rastra(orang setempat masih menyebut bantuan ini Rastra)itu di Rumah Pak RT Endin Saja,karena E-warungnya lumayan jauh,dan setiap penyaluran saya dan penerima yang lainnya di pinta uang 15000 untuk jasa pengambilan,kalau mau lebih jelas silahkan tanya ke Pak Endin saja,” pungkasnya.

Sesuai keterangan dari Masyarakat,bahwa ketua Rukun Tetangga Endin mengetahui hal ini,akhirnya penelusuran dilanjutkan,dan mendatangi Rumah Endin sebagai ketua RT.

Berhasil ditemui dikediamannya di wilayah kampung Leuwigadog,dan ketika kami mempertanyakan kebenaran terkait saat penyaluran BPNT dua pagu yang hanya diberikan satu pagu kepada penerima manfaat,Ia membenarkan,”memang benar waktu itu di penyaluran BPNT yang dua pagu Saya hanya memberikan satu pagu,karena yang satu pagu lagi saya bagikan kepada penerima manfaat yang biasa mendapatkan,tapi pas penyaluran waktu itu tidak mendapatkan,karena saldonya kosong, lagian penerima manfaat juga tidak apa-apa,itumah terjadi kisruh juga karena ada seseorang yang mengojok-ojok saja,”kilah Endin.

Kemudian Endin mengakui bahwa sebenarnya waktu pemotongan itu yang dia potong satu pagu,itu memang secara aturan tidak benar,karena ketika dia laporanpun kepada TKSK Rohadi,Rohadi berani bertanggung jawab atas perbuatan yang dilakukan Endin,juga Endin membenarkan bahwa untuk di kampung leuwi Gadog pengambilan barang bantuan di kolektif oleh dia,kemudian masyarakat baru mengambil barang bantuan dirumahnya,dan setiap penerima bantuan kenakan uang 15000 untuk ongkos,”saya sebenarnya tau kalau yang saya lakukan itu salah,tapi kan saya demi membantu masyarakat yang biasa mendapatkan tapi waktu itu kosong saldo kartunya,dan juga ketika laporan ke pa Rohadi juga sebagai TKSK,pak Rohadi akan bertanggung jawab,karena pemasok berasnya juga pa Rohadi,dan iya betul bahwa di masyarakat kampung leuwi Gadog bantuan BPNT di kolektif pengambilannya oleh saya dan setiap penerima saya pinta 15000 untuk uang bensin,”imbuhnya.

Diprogram BPNT ini,menurut hasil penelusuran beberapa waktu media radar24jam.com ini,memang banyak berbagai kalangan yang jadi pemasok komoditas di program ini.Seperti di kecamatan Picung ini seorang TKSK sudah menjadi pemasok komoditas,dan seorang TKSK selain juga sebagai pengawas dan memonitor program ini,TKSK Kecamatan Picung Rohadi jadi Pemasok Komoditas juga diprogram BPNT ini.

Dalam hasil Penelusuran bersama team,beberapa Penjual dari Penjual Beras,Ikan,Tempe dan Lain-lain,berhasil kami ungkap bahwa dari penjual-penjual inilah Rohadi memesan Komoditas Pangan.

Seperti salah satu yang berhasil kami temui yaitu Hendar sebagai Penjual Tempe,disekitar wilayah Picung,Ia membenarkan bahwa Rohadi sering memesan Tempe dan Hendar tau bahwa pesanan itu untuk kebutuhan Program BPNT di kecamatan Picung,”saya sering melayani pesanan dari Rohadi untuk program BPNT Di kecamatan Picung,tapi itu dulu,kalau sekarang sudah tidak lagi,” ungkapnya pada waktu itu.

Lebih lanjut ditanyakan kenapa sekarang Rohadi tidak lagi memesan Tempe dari dia,Iapun menjelaskan,”kenapa Rohadi tidak lagi memesan Tempe kesaya,karena begini,Rohadi itu dari awal pesan menawar harganya terlalu murah sekitar 3000 Rupiah,karena saya pikir kedepannya bisa lebih baik,ya akhirnya dari awal itu saya jalanin saja,tetapi lama kelamaan karena tidak ada perubahan,saya juga jadi pusing dalam membuat porsi untuk harga 3000 itu,dan juga yang membuat Rohadi tidak lagi pesan tempe ke saya,kan di Picung ada agen E-warung Mandiri,dia marah ketika tau bahwa saya juga selain ke Rohadi juga memasok ke E-warung Mandiri tersebut,akhirnya sekarang dia tidak lagi pesan tempe dari saya,”terangnya.

Sampai berita ini diterbitkan kami media online radar24iam.com belum konfirmasi langsung ke Rohadi,karena belum mendapatkan nomor kontak untuk menghubunginya.(cepz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *