Radar 24jam

Radar Nusantara Group

TI Ilegal Di Kelurahan Keramat Resahkan Warga, Kata Warga : “Kami Tidak Tahu Harus Mengadu Kemana Lagi!!!!

Pangkal pinang, radar24jam.com

(TI) ilegal yang berada di kolong retensi dekat pemukiman penduduk di Kota Pangkalpinang yang tepatnya berada di JL RT 001 RW 001 Kel Keramat Kec Rangkui Kota Pangkalpinang, diduga daerah TI ilegal itu juga merupakan kolong retensi yang disediakan Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk menjadi salah satu solusi pencegahan banjir yang kerap terjadi didaerah Kota Pangkalpinang khususnya di daerah Kelurahan Keramat, sekarang malah dijadikan area tambang oleh orang yang tidak bertanggung jawab.


Saat ditemui. Media Radar 24 jam pak H. Hasanudin warga sekitar Minggu, (26/09/2021) mengatakan kami sangat khawatir dengan adanya TI disekitar rumah kami, hanya 5 meter jarak antara lokasi TI dengan rumah kami.


“Sudah satu bulan para penambang bekerja di lokasi itu, sering ada razia memang akan tapi para penambang tidak pernah jera. Hari ini di razia besok sudah bekerja lagi, pungkas H. Hasanudin
Yang bekerja saat ini ada belasan ponton itu semua kebanyak bukan warga sini, BE salah seorang Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di MTs Negeri Kota Pangkalpinang yang sering mengajak orang luar untuk menabang dilokasi ini, beber H. Hasanudin
Saya merasa sangat terganggu dengan adanya TI dulu sebelum adanya TI kami bisa tidur siang tapi sekarang kami tidak bisa lagi karena berisik, belum lagi nanti ketika musim hujan tiba kami khawatir banjir sedangkan tidak ada TI saja disini sering banjir apalagi ada TI.

Sekarang ini kami tidak harus mengadu kemana lagi hanya bisa berdoa kapan bisa berhenti TI ilegal diwilayah kami, keluh ibu Nur (26/09) salah seorang warga sekitar
Saat dikonfirmasi Kepala SATPOL Pamong Praja Kota Pangkalpinang Efran lewat pesan Whatsupnya (26/09) terimakasih atas infonya, kami akan tindaklanjuti.


Joni lurah Keramat saat di hubungi melalui sambungan telp WhatsAppnya (26/09) kami sudah laporkan hal itu pak kepada pihak terkait.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *