Radar 24jam

Radar Nusantara Group

Aliansi Mohasiswa Morowali Dan Pedangan Tolak Alfamidi

Morowali, Radar24jam.com

Aliansi Mahasiswa Morowali bersama Pedagang Morowali melakukan aksi damai di depan Kantor Bupati Morowali mereka menolak dengan keberadaan Alfamidi di Kabupaten Morowali yang dianggap hanya mengutungkan pedagang besar dan merugikan para pedagang kecil.

Beberapa Mahasiswa Morowali dan pedagang mulai melakukan aksinya dengan mengunakan mobil pick up dan sound sistem di depan Pasar Bungku selajutnya mereka menuju ke Kantor DPMTSP lalu ke Kantor Bupati dan terahkir menuju di Kantor DPRD Kabupaten Morowali Desa Bahururu Kecamatan Bungku Tengah Kabupaten Morowali.Senin (6/9/2021).

Dalam orasinya korlap Amrin menyampaikan bahwa keberadaan Indomaret dan Alfamart ini kita ketahui sendiri hadir sebagai jaringan toko swalayan yang memiliki banyak cabang di Indonesia salah satunya di daerah kita sendiri Kabupaten Morowali, hadirnya berbagai gerai minimarket di Morowali nantinya akan menjadi saingan berat para pedagang kecil,kios dan toko yang akan memastikan kan usaha mereka sehingga omset keuntungan pedagang kecil akan menurun. Seharusnya Pemda harus bisa melihat selamatkan ekonomi rakyat serta keputusan Pemda dalam memberikan izin Alfamart dan Indomaret ataupun minimarket lainnya, yang akan masuk ke Kabupaten Morowali. Kata Korlap

Lanjutnya, ini harus segera dibatasi sehingga ga tidak memberikan kerugian besar terhadap pedagang kaki lima kios-kios kecil yang sudah duluan beroperasi sebelum Alfamart Indomaret dan minimarket lainnya itu masuk. Kehadiran rentel modern di Morowali saat ini belum terasa dampaknya, namun lama-kelamaan akan dirasakan dan mematikan sedikit demi sedikit usaha pedagang lokal terutama yang berada di sekitar gerai seperti toko, warung sembako menengah lainnya.

Memasukkan Alfamidi Indomaret Alfamart ini bisa saja dilakukan Pemda jika para pedagang lokal tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan masyarakat baru mengambil tindakan seperti ini.jika hal ini selalu didiamkan Pemda maka mereka sengaja melakukan penindasan ekonomi yang sengaja didiamkan, bahkan mengutamakan pemilik modal sampai Pemda lupa dengan masyarakat kecil.teriak korlap.

Masih kata korlap, “Pemda jangan lengah dalam pengawasan pembangunan Alfamart dan Indomaret, apalagi yang belum mengantongi izin dan jelas itu melanggar maka harus ditindak, yang menjadi ketentuan kita saat ini ketika Pemda telah membangun konspirasi jahat dengan pemilik modal dengan mengabaikan kewajiban dan sumpah jabatan untuk ini sebagai bentuk sikap atas lemahnya pembelaan Pemda Morowali dalam mempertahankan hak-hak rakyat kecil serta kestabilan ekonomi rakyat khususnya UMKM ditengah”.

Eksistensi toko eceran yang berdiri sendiri dan berbasis ekonomi kerakyatan akan mengalami penurunan disebabkan oleh gerai Alfamidi yang terus bertambah setiap bulannya di Kabupaten Morowali pertumbuhan minimarket yang dikuasai oleh sebuah perusahaan tertentu akan menimbulkan dampak bagi pengusaha toko eceran grosiran warung menengah lainnya.kata korlap.

Ditambahkan korlap , Pedagang eceran, toko, kios, warung menengah lainnya, pada umumnya bersaing dengan pedagang eceran dan grosir lainnya saat belum adanya minimarket dan hal ini tidak terlalu berpengaruh terhadap mereka pendapatan pedagang merupakan pendapatan/ harianya yang dihasilkan oleh pedagang yang terbilang cukup stabil bahkan mengalami peningkatan, kebutuhan sehari-hari tercukupi, bahkan tidak sedikit dari pemilik toko eceran dan grosir bisa memberikan pendidikan pada anaknya sampai ke jenjang perguruan tinggi dan dapat menumpang perekonomian dalam keluarga untuk memenuhi segala bentuk kebutuhan hidup.

Kehadiran Alfamidi dengan cara sesuai ketepatan yang telah diatur di dalam peraturan daerah atau Perda dengan jarak 1.500 meter dengan pasar rakyat dan atau toko modern lainnya, mengenai jarak setiap gerai Alfamidi lainnya dan pasar, yang mana ada beberapa gerai Alfamidi yang berdekatan hal ini perlu dipertimbangkan Pemda Morowali untuk memberikan sanksi bagi Alfamidi yang tidak taat aturan an setidaknya menutup gerai Alfamidi yang berdekatan. Ucapnya

Masih kata korlap, Seharusnya fokus Pemda Bagaimana mengupayakan pemulihan ekonomi masyarakat di tengah covit 19. Untuk itu pemerintah daerah diharapkan tidak mengeluarkan sembarang izin kepada rentel besar untuk masuk ke desa.
Pemerintah Kabupaten Morowali hentikan pemberian izin pembangunan toko modern seperti Indomaret dan Alfamart, yang terus menjamur di Morowali.

Maka dengan itu kami dari aliansi mahasiswa Morowali dan pedagang Morowali menuntut :1.tolak Alfamidi dan cabut izin operasional .2. tolak indikasi masuknya Indomaret di Morowali. 3
cabut izin operasional gunung kode yang berafiliasi dengan Alfamidi.4
Perda Nomor 7 tahun 2018 harus jadi aturan tegas bukan titipan. 5
DPRD dan Pemda pikirkan nasib pedagang mikro atau makro.teriak korlap dengan lantang.

Sementara itu aksi damai berjalan aman dan lancar dibawa pengamanan Polres Morowali, Anggota Kodim serta beberapa Sat Pol PP.( pri. Rpdm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *