Radar 24jam

Radar Nusantara Group

Diduga Mark Up Dana BOS (TA)2020 di SDN.01 Kisam Tinggi Oku Selatan

Oku selatan, Radar24jam.com

Beberapa saat lalu selaku Tim awak media Radar24jam.com melakukan konfirmasi lagi perihal dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang Diduga ada Mark Up tindak pidana korupsi dana (BOS) di SDN.01 kisam tinggi Oku Selatan Bapak Edi selaku kepala sekolah yang menjabat tahun 2020/2021 dan sekarang beliau pindah tugas menjabat sebagai guru/kepala sekolah di SDN 08 satu atap Desa bandar alam lama kec.kisam tinggi.

Sesuai Undang – Undang no. 20 Tahun 2021 sebagai perubahan atas Undang – Undang no. 20 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, namun ancaman tersebut tidak membuat Pelaku koruptor takut dan jera, Seperti yang terjadi di SDN 1 Kisam Tinggi kec.Kisam tinggi kab.Okus TA 2020.

Berikut adalah rincian Laporan Dana BOS Bapak Edi TA 2020 SD 1 KISAM TINGGI.
(Tahap 1)
35.640.000
Pengembangan Perpustakaan 2.400.000
kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler 1.500.000
kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran 4.235.000
administrasi kegiatan sekolah 4.624.000
pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan 5.600.000
langganan daya dan jasa 541.000
pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah 3.300.000
pembayaran honor 13.440.000
Total Dana yang Diterima
35.640.000

(Tahap 2)
47.520.000
pengembangan perpustakaan 6.253.200
kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler 3.939.000
kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran 3.150.000
administrasi kegiatan sekolah 5.526.800
pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah 8.497.000
penyediaan alat multi media pembelajaran profesi pihak pertama 4.714.000
pembayaran honor 15.440.000
Total Dana yang Diterima
47.520.000

(Tahap 3)
Dana yang Diterima
35.370.000
4.714.000
pengembangan perpustakaan 2.400.000
kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler 4.350.000
kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran 3.850.000
administrasi kegiatan sekolah 5.545.000
pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah 3.200.000
pembayaran honor 16.025.000
Total Dana yang Diterima
40.084.000

Adapun yang maksud disini kepada pihak sekolah SDN 1 kisam tinggi agar memberikan laporan dana BOS sesuai fakta belanja karena tidak semua di tanggung belanja oleh dana bos sekolah dan membuat laporan anggaran negara yang kongkrit dan tanpa rekayasa,karena sungguh miris setelah kami temui di lapangan keadaan sekolah yang begitu ambruk tidak sesuai dengan laporan dari pihak sekolah tersebut.

Kaca perpustakaan/kelas/ruang guru sekolah banyak pecah, WC sekolah tak ada perawatan sama sekali ada juga kursi meja yang rusak/patah patah, hordeng kaca tidak ada papan tulis tidak layak pakai serta bendera NKRI sobek-sobek lambang bendera merah putih RI.

Berikut rincian laporan dana (BOS) TA 2020 yg kami dapatkan serta menjadi tanda tanya besar adalah sebagai berikut..
Pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah..
tahap 1 Rp 3.300.000
tahap 2 Rp 8.497.000
tahap 3 Rp 3.200.000
Perkembangan perpustakaan sekolah..
tahap 1 Rp 2.400.000
tahap 2 Rp 6.253.000
tahap 3 Rp 2.400.000
Kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran…
tahap 1 Rp 4.235.000
tahap 2 Rp 3.150.000

tahap 3 Rp 3.850.000 +

Total Rp.37.285.000

Lalu mengenai administrasi kegiatan sekolah disini yang seperti apa,singkat saja?? Jangan gunakan jabatan untuk melakukan tindak pidana korupsi atau pelanggaran hukum lainnya,’sekedar saran’.
Disini juga Dirincikan berapa banyak Jumlah siswa yang menerima program Indonesia pintar (PIP) TA 2020/2021.

TA 2020 ada 37 siswa yang menerima (PIP) dengan panggu anggaran Rp.14.850.000

TA 2021 26 siswa (PIP) Rp. 9.900.000 +

Total TA 2020/2021 sebesar Rp.24.750.000.

Kami awak media Radar24jam.com kembali menanyakan perihal dana tersebut ke bapak Edi selaku kepala sekolah aktif saat itu di SDN 1 kisam tinggi OKUS tahun 2020/2021 namun setelah kami melakukan beberapa kali konfirmasi bapak bersama istri tersebut tetap bersikeras “mengatakan itu laporan sesuai dan tidak ada penyimpangan dana naah klo mengenai siswa yang menerima bantuan berupa PIP itu tidak ada sama sekali di SDN 1 18/08/2021 sampai-sampai bersumpah atas nama Allah SWT keterangan Bapak Edi”.
Perihal masalah apapun itu tutup mata dan teliga Istri beliau bilang “bahwa bapak Edi bukan kepala sekolah di SDN 1 lagi jadi bukan tanggung jawab bapak lagi ujar istrinya tersebut yang menghalang-halangi kami selaku pihak media yang melakukan konfirmasi saat itu.

Sudah 3 hari lalu Rilis berita di sampaikan ke beliu dari Redaksi Radar24jam.com namun tidak ada tanggapan dari pihak–pihak terkait baik Bapak Edi No kita pihak awak media malah di block/tidak dapat dihubungi lagi sampai sekarang dan seperti K3S kec.Kisam tinggi Okus belum dapat dikonfirmasi.

(MINARMA/JUARSA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *