Radar 24jam

Radar Nusantara Group

Tambang CV Adhi Djoyo Tutup… Korbankan Ratusan Karyawannya..

Kediri, Radar24jam.com
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk level 3 dan 4 kembali diperpanjang sampai Senin 23 Agustus 2021. PPKM ini pun diperkirakan akan kembali membuat dampak ekonomi mikro dimasyarakat kembali sulit untuk bangkit. Lantas bagaimana dampaknya terhadap ekonomi yang langsung bersentuhan dengan dapur warga ?

Berbagai upaya pemerintah baik pusat maupun daerah mencari solusi untuk membantu masyarakat dimasa pandemi, dengan di gelontornya berbagai macam bentuk bantuan sosial ke masyarakat, guna menopang kehidupan masyarakat yang terimbas PPKM Level 4.

Namun tampaknya hal ini sangat berbanding terbalik dengan kejadian di tambang milik CV Adhi Djoyo. Berawal ketika di tambang para pekerja melakukan aktifitasnya dengan baik baik saja tanpa hambatan apapun, dan saat para awak media di lokasi tambang menyaksikan guyup rukunnya para pekerja tambang duduk bersama menikmati hidangan yang disajikan, dengan beralaskan sederhana kegembiraan saling bercanda satu sama lain.

Informasi yang dihimpun awak media di lokasi, ketika pekerja tambang sedang melakukan acara tasyakuran rutinan tahunan dibulan Suro di hari Jum’at pon, bertujuan untuk mendapatkan keberkahan kepada Tuhan YME, kelancaran dalam segala pekerjaan, sontak terperangah dan marah ketika ada kabar tambang akan ditutup.(20/08/21)

Bagus Setya Nugroho yang ikut hadir dalam acara tersebut menyampaikan kabar dari Polres Kediri, bahwa dengan adanya dumas yang masuk ke Polres Kediri untuk segera dilakukan penutupan tambang.

,” MAAF MULAI HARI INI TAMBANG TUTUP, KARENA ADA DUMAS KE POLRES KEDIRI, DAN SAYA DI HUBUNGI PIHAK POLRES KEDIRI UNTUK MENGHENTIKAN AKTIFITAS TAMBANG DALAM WAKTU YANG TIDAK BISA DITENTUKAN, KABAR INI SAYA HANYA MENYAMPAIKAN APA YANG SAYA TERIMA DARI POLRES KEDIRI,” ujar Bagus Setyo N.

Pertemuan yang dikemas dalam acara sosialisai dan Suroan tersebut berubah dalam hitungan detik, saat mereka mendengar tambang yang selama ini menopang kehidupan ratusan perut keluarga mereka akan ditutup mereka sontak marah.

Para warga pekerja tambang yang hadir menjadi emosi yang tak terkendali, suasana menjadi mencekam, gaduh dan saling adu mulut antar pekerja dan Bagus S. N, ketidak terimaan warga sangat beralasan, pasalnya para warga sekitar bertahun tahun menggantungkan kehidupan ekonominya sehari hari dari bekerja di area tambang tersebut.

Salah satu pekerja yang Bambang (46) warga desa Sumberjo Kec Purwoasri yang sempat dimintai komentarnya oleh media ini dilokasi tambang mengatakan “Apa yang disampaikan mas Bagus ini tidak manusiawi sama sekali, saat ini kita kesusahan mencari rejeki buat anak istri kita kok ngomongnya seenaknya saja, mereka orang kaya sedangkan kita ini orang yang mencari sedikit rejeki buat menyambung hidup, apa gak mikir wong Pemerintah saja membuat cara untuk membantu masyarakatnya, malah ini memutuskan pekerjaan kita berarti sama pula menggambar rejeki orang, mana nurani mereka, mana belas kasih mereka, kami tidak terima dengan keputusan ini,” terang Bambang dengan nada emosi.

Lanjut Bambang, bayangkan mas di sini ada sekitar 400 orang pekerja yang menggantungkan pengahasilannya dari tambang, mulai dari pekerja warung, sopir penggali dan lainnya masih banyak lagi, kalo ini ditutup anak istri kita mau makan apa coba, apa bisa orang Polres atau pengusaha mencukupi kehidupan kita sehari hari, kok mikiri Dumas di Polres saja,.pikirkan nasib kita dan keluarga kita, jangan sok Sokan laah, mana nurani kalian ini.

Dilain pihak kasi Pidsus Polres Kediri Iptu Hendro saat dihubungi melalui telepone seluler bahwa pihaknya masih mendalami penanganan dumas dan belum ada perkembangan penutupan tambang.

” Nanti kalau ada perkembangan baru kita kabari mas,” kata Kanit Pidsus Hendro.

Senentara itu penasehat Hukun Burhanul Kharim, Prayogo Laksono SH saat dimintai komentarnya terkait dumas yang diluncurkan ke pihak Polres Kediri tentang penutupan tambang yang ada di Parerejo hanya berucap datar.

” Maaf ya mas kalau itu saya minta maaf, jangan dulu ya mas. Nanti ada waktunya kita ngomong masalah itu,” kata Prayogo SH.

Perlu diketahui, pekerja tambang yang ada di CV Adi Joyo sekitar 400 kepala keluarga, kalau rencana penutupan itu dilaksanakan mereka akan kehilangan mata pencahariannya, seharusnya penegakan hukum tidak mengesampingkan rasa kemanusiaan ( rule of low).

( Hans)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *