Radar 24jam

Radar Nusantara Group

Bupati Morowali Wujudkan Langkah Nyata Perangi Narkoba Deklarasi Desa Bersinar

Morowali- Bungku, Radar24jam.com
Kepala BNNK Kab. Morowali, Mulyadi menyebutkan di butuhkan komitmen yang tinggi untuk melaksanakan tanggung jawab dalam upacaya penanggulangan narkoba sebagai mana termaktub dalam instruksi Presiden (Inpres) No. 2 tahun 2020 tentang rencana aksi nasional pencegahan dan pemberantasan, penyelagunaan gelap narkotika dan prekursor narkotika (P4GN) tahun 2020-2024 yang mana dalam inpres tersebut juga menginstruksikan untuk segera membentuk program desa bersinar di Indonesia.

Bada Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Morowali menggelar deklarasi desa bersinar (bersih dari narkoba). Rabu, 07/07/2021.
Acara yang berlangsung di ruang pola kantor bupati dan di hadiri oleh Kepala BNN Provinsi Sulawesi Tengah Brigjen pol. H. Monang Situmorang SH, M.Si. turut hadir dalam acara di antaranya Bupati Morowali Drs. Taslim, Wakil Bupati Morowali Dr. H. Najamudin S.Ag, M.Pd, Kepala BNNK Morowali AKBP Mulyadi SH, para kepala OPD lingkup pemkab Morowali, para camat, para kepala desa, dan insan pers.

“Penyalagunaan narkoba tidak bisa tanpa adanya komitmen kita semua hal ini telah di atur dalam Inpres No. 2 tahun 2020 tentang pencegahan dan pemberantasan P4GN di Indonesia, aturan itu juga mengamanatkan adanya desa bersinar”. Ucap dia.

“Menginplementasikan desa bersinar kabupaten Morowali sudah memiliki regulasi yang lengkap. Ada perda No. 6 tahun 2018 tentang fasilitasi pencegahan, penyalagunaan narkotika dan perbub No. 45 tahun 2020. Serta telah di bentuk SK pelaksanaan desa bersinar untuk di jalankan”. Tambah Mulyadi.

Iya berharap melalui perwakilan setiap yang hadir dapat mengobarkan semangat juang agar masyarakat sadar bahaya dari penyalagunaan narkotika. Dan seluruh perangkat desa dapat membangun komitmen bersama memanfaatkan kekuatan dan peluang tingkat desa untuk membentuk masyarakat desa yang sehat, cerdas, dan produktif.

“Komitmen desa bersinar akan di teruskan dan di gelorakan keseluruh desa yang ada di Morowali kita berharap, pemerintah desa dapat bekerja lebih efektif dalam memerangi narkoba dengan kearifan lokal yang ada”. Tandasnya.

Hal senada di sampaikan Bupati Morowali Drs. Taslim berujar sangat penting memberdayakan desa seban untuk membangun negara dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Dengan kondisi Morowali hari ini sebagai daerah yang ekonominya tengah tumbuh pesat, di hadapkan banyak tantangan dari berbagai aspek salah satunya narkoba.
“Narkoba menjadi masalah serius di Morowali, kita berharap tidak hanya unsut pemerintah tetapi dari sosial kemasyarakatan dan juga keagamaan bersama-sama menjadikan desa di Morowali sebagai desa bersinar”. Pungkas Taslim.

Menurutnya peran BNN dalam pencegahan dan penyalagunaan narkoba mendapat banyak hal yang menjadi kendala keterbatasan salah satunya operasional.
“Saya mohon kepada bapak kepala desa marilah bersama BNNK Morowali untuk mengatasi persoalan narkoba. Sisikan APBD desa dalam bentuk kegiatan yang membuat kelompok rentan seperti remaja agar tidak punya waktu kosong, sehingga tidak terpapar dari narkoba.

Di akhiri sambutannya Bupati Morowali Drs. Taslim menginformasikan bahwa pemda siap meluncurkan dana hiba sebesar 1 Milyar kepada BNNK Morowali guna membantu kerja dan peran BNN dalam mengatasi persoalan narkoba di Kab. Morowali.

“Pengedar masuk dengan dalih agar pengguna memiliki tenaga dalam bekerja terkhusus di Morowali sebagai wilayah tambang, pencegahan BNNK Morowali yang nantinya akan meneruskan ke dusun-dusun sebagai bentuk kegiatan posotif”. Tutupnya.

“Insyaallah tahun anggaran 2022 alokasinya sekitar 1 Milyar kita ingin hasilnya ada agar Morowali terlindung dari narkoba. Lanjut mari kita beri dukungan BNNK Morowali di harapkan seluruh elemen dapat bekerja lebih proaktif berdayakan perangkat desa untuk memantau lingkup desa dan dusun, mari kita wujudkan dalam kerja nyata memerangi narkoba”. Tandas Taslim.

Sementara itu kepala BNNP Sulteng Monang Situmorang memberikan apresiasi luar biasa kepada pemerintah kabupaten Morowali yang akan memberikan dana hibah kepada BNNK Morowali dalam mendukung kinerja dan peran BNN.

“Dana hibah kepada BNNK, saya minta minta tolong di manfaatkan dengan sebaik-baik dan benar untuk memberikan penyuluhan ke desa-desa”. ujar Monang Situmorang.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa berdasarkan hasil servei BNN RI tahun 2017 data prevalensi penyalagunaan narkoba di sulteng adalah sebesar 1, 70% dengan jumlah terpapar sebesar 36.594 jiwa. Jumlah tersebut mengalami kenaikan berdasarkan hasil survei lipi pada tahun 2019 data prevalensi meningkat menjadi 2,80% dan jumlah terpapar narkoba berjumlah 52341 jiwa”. Tutupnya.


(Rpdma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *