Radar 24jam

Radar Nusantara Group

Pemkab Morowali Ikuti Kegiatan Kemendagri Sosialisasi Penilaian Indeks Inovasi Daerah

Morowali-Bungku, Radar24jam.com
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) diikuti kepala daerah provinsi, kabupaten dan kota seindonesia.

Pemerintah kabupaten (Pemkab) Morowali mengikuti sosialisasi penilaian indeks inovasi daerah dan pemberian penghargaan Inovative Goverment Award (IGA) tahun 2021. Berlangsung diruang Media Center Kantor Bupati Morowali. Kamis, 08/07/2021.

Berlangsung secara virtual, sosialisasi tersebut juga diikuti oleh pemkab Morowali yakni Bupati Morowali Drs. Taslim, Asisten III Bidang Administrasi Umum Husban Laonu SE, M.SI, Kepala Bappeda Ramli Sanusi SE, M.SI, dan Kadis Perindag H. Zaenal SE, MM.

“Peraturan dan regulasi ini pada perinsipnya memberikan keleluasaan bagi pemda untuk berkereasi dan berinovasi dalam pengelolaan urusan yang menjadi kewenangan daerah berdasarkan kearifan lokal, kondisi potensi daerah masing-masing”.

Kepala badan litbang kemendagri Dr. Drs. Agus Fatoni M.SI mengatakan inovasi daerah merupakan amanah undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah yang di jabarkan melalui peraturan pemerintah nomor 38 tahun 2017 tentang inovasi daerah.

Inovasi dan kreasi kinerja pemda, lanjut Agus Fatoni mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat, peningkatan daya saing daerah, pelayanan publik oleh kepala daerah tidak hanya menjalankan tugas rutinitas biasa, namun harus berani berinovasi.

Berinovasi bukanlah suatu tujuan, namun sebagai metode dalam meningkatkan kinerja pemda untuk mencapai tujuan otonomi daerah.

Inovasi juga harus terimplementasi di seluruh organ pemerintah inovasi yang di lakukan daerah mempunyai beberapa urgensi. Pertama untuk merespon perubahan saat ini. Daerah mempunyai kewajiban untuk melakukan inovasi sesuai amanat perturan perundang-undangan, kemudian kemendagri melakukan penilaian terhadap inovasi daerah setiap tahun.

“Inovasi yang di lakukan bukan semata untuk mendapatkan penghargaan, namun untuk menciptakan budaya kerja yang inovatif dan kreatif dalam penyelenggaraan pemerintah daerah, olehnya inovasi yang dilakukan mendorong pelayanan publik menjadi semakin baik”. Ungkap Fatoni. (Rpdm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *