Radar 24jam

Radar Nusantara Group

KMS Menggelar RDP, Pertanyakan Dana Bantuan Gempa Sulbar

Istimewa-RDP Koalisi Masyarakat Sipil (KMS), DPRD Sulawesi Barat, dan sejumlah instansi, Selasa (6/7/2021).Foto: Media Ekspres.id.


Mamuju, Radar 24jam.com

Koalisi Masyarakat Sipil (KMS) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulbar dan sejumlah instansi di Kantor DPRD Sulbar, pada Selasa (6/7/2021).
KMS mempertanyakan dana bantuan gempa bumi dari berbagai pihak yang masuk ke Pemprov Sulbar pasca bencana 15 -16 Januari 2021 lalu.
Menurut Jubir KMP, Muh Irfan Herianto, ada sekitar Rp 4 miliar dana bantuan yang masuk ke pemprov Sulbar yang tidak jelas penggunaannya.
Dari hasil rapat, diketahui bahwa dana tersebut dibagi kepada tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yaitu, Dinas Sosial (Dinsos) Sulbar sebesar Rp 350 juta, Dinas Perkim Sulbar sebesar Rp 3 miliar, dan Biro Kesra Sulbar sebesar Rp 900 juta.Masing – masing OPD akan menyalurkan bantuan sesuai fungsinya.
“Dinsos katanya akan menyalurkan dalam bentuk sembako, Biro Kesra untuk rumah ibadah, Dinas Perkim untuk perbaikan rumah warga yang tidak masuk pendataan tahap pertama.”
“Kami menolak program itu dan merekomendasi agar dialihkan ke pemulihan ekonomi,” tegas Muh Irfan.Pihaknya menilai realisasi program dari ketiga dinas tersebut rawan salah sasaran.KMS juga menemukan fakta baru bahwa, masih ada anggaran penanggulangan bencana dalam bentuk Biaya Tak Terduga (BTT) sebesar Rp 13 miliar yang masih “disegel” pihak pemprov Sulbar.
Irfan mendesak agar BTT itu segera dikeluarkan untuk penanggulangan bencana.’Tadi di rapat, anggota DPRD Sulbar, Hatta Kainang, ungkap soal BTT ini,” kata Irfan.KMP pun mendorong agar dilakukan audience kembali, dengan agenda menghadirkan Sekprov Sulbar sebagai pemegang kebijakan.
Demikian Radar Jajarta.net seperti dilansir dari Media Ekspres, Selasa (6/7/2021).
Reporter: Andi Abdul Razak B.Wahiduddin.Editor: Ra Ja.net/redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *