Radar 24jam

Radar Nusantara Group

Pasutri Sebagai Pelaku dan Penonton Edegan Ranjang Keponakan di Seret ke Polres Badung.

Badung, Bali, radar24jam.com

Satreskrim Polres Badung berhasil mengungkap kasus persetubuhan anak  di bawah umur yang di lakukan oleh paman nya sendiri WD (46) asal Jawa di  Wialayah Kecamatan Kuta Utara, Kab. Badung,Bali.

Sebut saja BUNGA saat kejadian istri WD GALW menonton perbuatan biadab yang di lakukan Suaminya tersebut,dan keduanya di ringkus Tim opsnal Reskrim Polres Badung.

Kasatreskrim Polres Badung AKP Putu Ika Prabawa Kartima Utama, SIK mengatakan pihaknya menangkap dan menangani kasus tersebut, lantaran ada laporan dari korban sesuai Laporan Polisi nomor: LP/B/106/VI/2021/SPKT/POLRES BADUNG/POLDA BALI, tanggal 5 Juni 2021.

“Atas laporan ini kedua pelaku ditangkap ditempat yang berbeda pada hari Senin ( 7/6) pukul 15.00 wita yakni WD ditangkap di tempat kerjanya sedangkan istrinya ditangkap di kosnya wilayah Kuta Utara,” Sebut Kasat Reskrim Polres Badung.

Kasat Reskrim menjelaskan,bahwa  berawal dari Bunga  datang ke kos tempat tinggal pelaku suami dari tantenya, untuk menumpang menginap. Kemudian sekitar jam 23.30 wita, pelaku (WD) menawarkan diri untuk memijit tubuh korban dan menawarkan korban untuk tidur di sebelahnya.

” Selanjutnya Pelaku memeluk tubuh korban serta memaksa korban untuk melakukan persetubuhan” Lanjut Kasat Reskrim.

Ironisnya istri pelaku membantu perbuatan persetubuhan tersebut dan menyaksikannya. Kemudian Pelaku wanita (GALW) justru berhubungan badan dengan suaminya di depan korban.

Kemudian pada hari Sabtu tanggal 5 Juni 2021 perbuatan tersebut diketahui oleh bapak korban sehingga bapak korban merasa keberatan dan melaporkannya ke Polres Badung. 

“Sudah kita tahan dua-duanya Pamannya di tahan di Polres Badung sedangkan yang istri pelaku dititip di rutan Polsek  Abiansemal,” tegasnya. 

“Dan pelaku kenakan pasal 81 Jo Pasal 76D Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun, maksimal 15 tahun,” Tandasnya.

Iskandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *