Radar 24jam

Radar Nusantara Group

Jejak Buruk Pembangunan Diakhir Jabatan Kades Malangnengah

Pandeglang, radar24jam.com

Janji manis seorang calon  pemimpin seperti Kepala Desa disaat menjelang pesta demokrasi terkadang mudah diucapkan seolah menjadi ramuan andalan dan ikrar suci bagi kemakmuran masyarakat yang selama ini berada di ruang tunggu kesejahteraan.

Namun sesudah terpilih, janji manis pun seolah khilaf atas kebijakan penuh kealpaan hingga sketsa kemakmuran di desanya masih menjadi ilusi kemakmuran yang selama ini ada di ruang tunggu kesejahteraan.

Dalam sekilas perbincangan dengan Nursaman salah satu warga Kp Cidempok Desa Malangnengah mengungkapkan  harapannya terhadap pemimpin desa diakhir jabatan. 

“Meskipun jabatan nyaris habis dan Kades Malangnengah tak mencalonkan diri dalam pilkades, tetapi kami berharap agar semua pembangunan yang sudah ada dananya harus diselesaikan jangan sampai jadi jejak buruk diakhir jabatan, salah satunya perkerasan jalan disini ,” ungkap Nursaman sambil menunjuk kearah tumpukan batu saat ditemui dikediamannya, Senin (14/6/21).

Nursaman menuturkan, adanya tumpukan batu disepanjang jalan Kp. Cidempok sejak sebulan lalu tersebut hanya seolah bagai hiasan jalanan.

“Keberadaan batu disepanjang jalan ini sejak sebulan tak kunjung dikerjakan seolah hanya hiasan, padahal kami berharap ingin segera diselesaikan,” imbuhnya Nursaman penuh harap selaku Linmas Desa Malangnengah Kecamatan Cibitung Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten.

Menanggapi hal tersebut, Nurdin selaku Sekretaris Desa saat dikonfirmasi mengatakan bahwa memang di kampung tersebut ada proyek pembangunan perkerasan jalan yang berasal dari dana desa tahun 2020 tahap 3 yang belum diselesaikan.

“Memang benar, bahwa proses pengerjaan jalan belum diselesaikan walaupun dananya sudah cair sejak Desember 2020 lalu, yang bersumber dari dana desa tahap 3 dengan nominal Rp 93 juta lebih,” jelasnya.

Menurut Kades, lanjut Nurdin, tidak segera dikerjakan pembangunan perkerasan jalan ini karena masih terkendala kurangnya bahan material yaitu batu sekop yang masih kurang dan juga karena faktor cuaca. 

“Pekerjaan pengerasan jalan dengan ukuran panjang 350 meter lebar 2,5 meter belum dimulai karena masih ada kekurangan bahan material yaitu batu sekop, termasuk papan informasi program belum dipasang padahal saya sudah berpesan kepadanya untuk segera diselesaikan karena anggarannya sudah ada di Pak Kades,” terangnya. 

Awalnya, sambung Nurdin, masyarakat menyambut antusias adanya pembangunan tersebut, tapi semua kebijakan ada pimpinan meskipun warga berharap jalan tersebut diselesaikan.

Sementara Nurdin Kepala Desa Malangnengah belum bisa memberikan keterangan dan tim radarnusantara.com masih berupaya untuk meminta klarifikasinya. (Iwan RN).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *