Radar 24jam

Radar Nusantara Group

Polres Morowali Bekuk Komplotan Pencurian Di 18 TKP Di Kantor Dan Tempat Ibadah

Morowali, radar24jam.com


Dalam konferensi pers depan kantor Polres Morowali, kompleks perkantoran Fonuansingko Kec. Bungku Tengah, Kab. Morowali Provinsi Sulawesi Tengah.

“Kapolres Morowali AKBP. Bayu Indra Wiguna Sik. Mik melalui kabag ops Polres Morowali Kompol Nasaruddin SH. Sik. Mik. Di dampingi Iptu Nanang dan kapolsek Bungku Tengah AKP Ahmad. Anggota Polres Morowali berhasil menanggap komplotan pencurian di kantor dan di tempat ibadah dan satu orang dapat hadiah timah panas oleh petugas karena mencoba melawan petugas pada saat akan dilakukan penangkapan di Desa Topogaro.
Di sampaikan oleh kabag ops. Kamis, 10/06/2021.

Barang bukti yang sempat di amankan dari tersangka:

  1. Satu unit speaker aktif warna hitam merek politron (tkp masih pengembangan)
  2. Satu unit oriental keyboard warna hitam psr S670 merek yamaha (tkp Gereja Katholik Bahomakmur)
  3. Dua unit speaker warna hitam merek bmb (tkp Gereja Bahodopi)
  4. Satu unit mixer merek gt-lab-612 warna hitam (tkp Masjid Bahoruru)
  5. Satu unit komputer pc merek hp warna putih bersama mouse warna putih dan keyboard warna putih (tkp masih dalam pengembangan)
  6. Satu unit printer merek epson tipe L.565 warna hitam (tkp masih dalam pengembangan)
  7. Satu unit mesin genset merek teger warna merah (tkp kantor Desa Umpanga)
  8. Satu unit printer merek cannon pixma N287 warna hitam (tkp masih dalam pengembangan)
  9. Satu unit ampli fieer warna hitam (tkp masih dalam pengembangan)
  10. Dua unit speaker merek dat warna hitam (tkp masih dalam pengembangan)
  11. Satu unit komputer merek levono warna putih (tkp masih dalam pengembangan)
  12. Satu unit keyboard merek levono warna putih (tkp masih dalam pengembangan)

Dalam press realisnya kabag ops Polres Morowali Kompol Nasaruddin, menyampaikan bahwa telah terjadi kasus pencurian oleh Andi Efendi (27 tahun) warga Desa Pebotoa, Bumi Raya, Morowali, Apri Ansa (19 tahun) warga Desa Tambayoli, Kec. Soyojaya, Hibar (27 tahun) warga Desa Emea, Kec. Witaponda, dan Hizbul Watan (29 tahun) warga Desa Solonsa, Kec. Witaponda, Kab. Morowali.

Pencurian ini terjadi di 18 TKP dari wilayah Witaponda sampai wilayah Bahodopi, barang yang di amankan speaker, genset, leptop, dan printer. Dengan jumlah pelaku 5 orang, 2 orang sudah amankan, 3 orang DPO, satu bulan waktunya sudah di tangkap.

Lanjut kabag ops Nasaruddin menyampaikan kasus pencurian terjadi di kantor dan tempat ibadah Masjid dan Gereja di wilayah Kab. Morowali. Terungkap berdasrkan hasil introgasi, hasil pencurian di gunakan untuk beli narkoba.

Untuk modus perkara, mereka melakukan pencurian di beberapa sekolah sekolah dan kantor pemerintahan, pada malam hari rata rata sasaran kawanan pencuri ini tidak berpenghuni, kemudian melakukan pencurian dengan cara merusak, memasuki pintu atau jendela bangunan kantor dan sekolah sekolah serta mengambil barang barang yang berada di TKP yang memiliki ekonomi yang mudah di jualkan kembali. Sehingga setelah mendapatkan sejumlah uang hasil penjualan barang curian tersebut tersangka gunakan dan membagi hasil curian. Dan leptop hasil curian itu 15 buah.

Untuk keyboard di Gereja Bahodopi dan mixcnya dari Masjid Bahoruru, semuanya untuk pasal yang di sangkakan pasal 363 ayat 1 ke 5e atau pasal 363 ayat 1 ke 4e dan paling lama ancaman 9 tahun. Ujar kabag ops.

Kemudian untuk yang dua tersangka ini pasal 480 yang menerima dan menjual barang atau penadah sebanyak kurang lebih 15 leptop yang sudah di jual sama mereka yang ada di dua tkp Morowali dan Morowali Utara, mereka sudah bermain atau mereka sudah atur sedemikian rupa jadi ini komplotan sudah di incar di Morowali lebih jelas pengungkapan kasus pencurian atas kerja sama Polres Morowali dan Morowali Utara.

Kemudian untuk kedepannya dari analisa yang terjadi di wilayah Morowali, kita sampaikan kepada rekan rekan dari sabhara dan di tingkatkan patroli rutin tiap malam dijajaran polres hingga polsek yang ada di wilayah Morowali. Kalau motif perkara pencurian dengan pemberatan terjadi karena kawanan para pelaku selalu bergaya hidup mewah, sering menyewa mobil rental dan di gunakan untuk bersenang senang dengan hasil curian tersebut. Tutup. (Rpdm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *