Radar 24jam

Radar Nusantara Group

Polres R4 Musnahkan Barang bukti Kasus Narkoba Di Raja Ampat

Waisai, radar24jam.com

Kepolisian Resort (Polres) Raja Ampat, memusnahkan barang bukti kasus narkoba berupa ganja sabu-sabu, Barang bukti tersebut merupakan hasil Operasi Satres Narkoba Polres Raja Ampat semester pertama di Tahun 2021.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Raja Ampat, AKBP. Andre Julius William Manuputty, SIK didampingi Kasat Narkoba, Ipda Muharyadi S.TRK dan Kasubag Humas, Ipda Nasrullah melaksanakan pers rilis kasus narkoba yang ditangani Satuan Narkoba Polres Raja Ampat, Kamis (10/6/2021).

“Selanjutnya Kapolres Raja Ampat, menjelaskan  bahwa, sesuai hasil tangkapan Satres Narkoba Polres Raja Ampat, pemusnaan barang bukti (NARKOBA), memang sesuai aturan baru yang berlaku. oleh sebab itu, Kapolres mengatakan kami sudah berkordinasi langsung pada pihak kejaksaan, setelah itu pihak kejaksaan mengeluarkan ketetapan sehingga barang bukti tersebut harus dimusnahkan.”jelasnya.

Lanjut Kapolres, tersangka inisial OK (27) tertangkap membawa satu paket ganja kering ukuran sedang dengan berat 5 gram. OK dikenakan pasal 114 ayat 1 subsider pasal 111 ayat 1 subsider pasal 127 ayat 1 huruf a UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Lalu tersangka inisial AP (27) tertangkap membawa satu paket ganja kering ukuran sedang dengan berat 12,5 gram. AP pun dikenakan pasal yang sama, yaitu pasal 114 ayat 1 subsider pasal 111 ayat 1 subsider pasal 127 ayat 1 huruf a UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dan terakhir, tersangka DR (37) tertangkap dengan barang bukti dua bungkus paket sabu seberat 26,4 gram. DR dikenakan pasal 112 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.”ujar Kapolres .

Adapun pemusnahan sabu dimasukkan ke dalam blender. Kemudian ditambahkan air, selanjutnya diblender hingga hancur dan larut, lalu air larutan dibuang ke dalam  saluran air (Parit), begitu pula hal yang sama seperti ganja dibakar dan disaksikan langsung oleh tersangka. Salah satu maksud dari pemusnahan ini secara psikologis agar masyarakat tahu secara hukum tentang penyalahgunaan narkoba dan bahayanya. Lalu bagi para tersangka agar kelak sadar tidak mengulangi lagi perbuatannya, baik memakai, menjual dan mengedarkan.”Tutup Kapolres Raja Ampat.(FRN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *