Radar 24jam

Radar Nusantara Group

SMP Negeri 5 Halsel Perlu Di Audit: Ikram M Djen Meninggalkan Jabatan Dengan Banyak Masalah, Atau Utang Di Siswa-Siswi.

Halsel, radar24jam.com

Sabtu 05/06/2021 Mantan Kepsek SMP Negeri 5 Halsel meninggalkan Jabatan dengan beberapa Masalah dan Hutang Sekolah dari Tahun 2019 sampai saat ini belum di Selesaikan.

SMP Negeri 5 Halsel yang beralamat di Desa Saketa dan Kepseknya Ikram M Djen dari tahun 2006 sampai awal tahun 2021 itu banyak Masalah dan Hutang yang di tinggalkan dan tidak ada kepedulian Sedikit pun terhadap Sekolah tersebut.

Mantan Kepsek SMP Negeri 5 tersebut meninggalkan Jabatan dgn banyak Masalah karena di tahun ajaran baru 2020 itu ada pungutan biaya terhadap siswa siswi baru Persiwa Rp 400.000 dan di janjikan akan ada pengadaan Batik dan pakaian olahraga.

Bahkan dengan pungutan Rp 400.000 tersebut menjadi angin segar yang di janjikan oleh Kepsek karena sampai saat ini masi ada janji akan di adakan satu atau dua hari dan belum ada kepastian kapan akan ada Baju Olahraga tersebut.

“Memang betul kemarin 2020 itu ada pungut biaya ke Siswa-siswi Sebesar Rp 400.000 dan itu untuk pengadaan baju olahraga dan batik, dan satu dua hari akan datang dong p baju olahraga, tapi Saya tra bisa janji hari apa atau tanggal berapa, itu nanti tanya Pa Ikram karena saya hanya bawahan” Ungkap Santi Dul S.Pd

Bahkan Bos Afirmasi juga tidak ada kejelasan, Bos Afirmasi yang katanya menutupi kekurangan-kekurangan Bos Reguler namun dana tersebut di belanjakan juga tidak jelas.

Bos Afirmasi di tahun 2019-2020 untuk 2019 di belanjakan hanya Aipet, dan bahan bahan Covid, sementara Dana fantastik, untuk SMP 5 mendapat 300 juta sekian

Dan 2020 itu 70 juta sekian, Belanjanya dua Buah leptop dan Kebutuhan pencegahan Covid, namun sampai saat ini leptop tersebut Masi tersimpan di Dinas pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan.

Sementara Bos Afirmasi itu menutupi Kekurangan-kekurangan Bos Reguler tidak untuk Kebutuhan Dinas.

” Sementara Awak media kepada Salah satu Guru bahwa Torang p Danas Bos Afirmasi itu pernah di belanjakan kebutuhan Sekolah tapi leptop dua yang Kepsek bilang ada belanja itu sampe skarang Masi di Dinas”. Tutur Nurdin Muhammad
(R24J Halsel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *