Radar 24jam

Radar Nusantara Group

Kasus Toilet di Ujung Tanduk

Jakarta, radar24jam.com

Terkait Kasus dugaan Korupsi Pembangunan Toilet di Kabupaten Bekasi yang dialokasikan dari Dana ABPD Tahun 2020 oleh Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi, bahwa Pembangunan Toilet sebanyak 488 Unit telah di Bangun setiap Sekolahan yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi, hal ini LAMI dapat menduga Pembangunan Toilet tersebut berbau Korupsi, karena Pembangunan Toilet yang di alokasikan dari  Anggaran ABPD Tahun 2020 sebesar Rp 98 Milyar, bahwa Pembangunan Toilet di Kabupaten Bekasi per Unitnya menelan biaya sebesar Rp198 Juta, maka Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia ( LAMI ) telah memberikan data laporan dan sekaligus melakukan Aksi Demo di depan Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait adanya dugaan Kasus Korupsi Pembangunan  488 Unit Toilet di wilayah Kabupaten Bekasi yang saat ini sedang dalam ranah penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sehingga laporan LAMI akan di tindak lanjuti oleh Komisi KPK, sebab laporan yang diberikan oleh LAMI adalah terkait dugaan Kasus Pembangunan Toilet dan Laporan tersebut akan di sikapi oleh KPK serta akan menjurus kepada tersangka Pelaku Pembangunan Toilet di Kabupaten Bekasi,” kata Suganda.

“Kami dari Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) telah memberikan Data Laporan ke KPK dan sekaligus mendukung KPK untuk mengusut tuntas Kasus Pembangunan Toilet di Kabupaten Bekasi,” ujar Suganda.

Suganda Koordinator LAMI menjelaskan, bahwa Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia, menyatakan sikap akan mendukung KPK dan  mengusut sampai tuntas Kasus dugaan Korupsi Pembangunan Toilet tersebut,” papar Suganda.

“LAMI meminta agar KPK dapat segera menetapkan tersangka dan dapat mengumumkan kepada publik terkait Kasus dugaan Korupsi Pembangunan Toilet di Kabupaten Bekasi dan LAMI juga berharap agar KPK tetap melakukan tugas dengan profesional dan tidak tembang pilih dalam melakukan pemeriksaan persoalan Kasus Toilet di Kabupaten Bekasi,” ungkap Suganda. 

Suganda menegaskan, Kami dari Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia mengharapkan agar KPK dapat menentapkan dan mengungkap Pelaku Kasus Toilet tersebut, jika ada indikasi keterlibatan Bupati Bekasi H.Eka dalam dugaan Kasus Toilet tersebut, maka KPK dapat segera menangkap Bupati sebagai tersangka,” tegas Suganda.

Dengan Aksi Demo yang di lakukan LAMI di depan Gedung KPK, bahwa Perwakilan Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia telah di terima oleh Biro Humas KPK dan sekaligus menerima berkas Laporan Kasus Toilet dari perwakilan LAMI yang di terima oleh Humas Biro KPK,” papar Suganda.

” Devi saat menemui perwakilan LAMI mengatakan, bahwa Laporan berkas yang Kami terima dari LAMI akan Kami tindak lanjuti, jika ada tambahan barang bukti untuk mendukung persoalan Kasus dugaan Korupsi Pembangunan Toilet tersebut LAMI akan siap memberikan Laporan tambahan ke KPK dan akan memberi kabar bila ada perkembangan lebih lanjut,” kata Devi Biro Humas KPK. 

“Atas laporan yang di berikan oleh Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesi (LAMI) ke KPK,  maka dapat dikatakan “Kasus Toilet di Ujung Tanduk “

Jul )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *