Radar 24jam

Radar Nusantara Group

Proyek Saluran Irigasi 2 Milyar Tanpa Plank Di Simalungun. Diduga Tidak Sesuai RAB

Simalungun, radar24jam.com

Abaikan Peraturan Presiden (Perpres) Proyek Saluran Irigasi tanpa Plank di duga proyek Siluman  tampak Bertebaran di kabupaten Simalungun.
Salah satunya Proyek pembangunan Saluran Irigasi tanpa plank yang sedang berlangsung pengerjaannya di Desa atau Nagori Wonorejo, kecamatan Pematang Bandar, kabupaten Simalungun, diduga tidak transparan.
Pantauan Radarjakarta Net, Rabu (25/05/2021) disepanjang Saluran Irigasi yang sedang yang sedang dilaksanakan pengerjaannya tidak ada di temukan atau terlihat adanya papan plank proyek, sehingga sampai saat ini masyarakat tidak mengetahui berapa biaya dan ukuran panjang, ketebalan serta kedalaman dan sumber dana proyek Saluran Irigasi yang sedang berlangsung.  Salah seorang pekerja  yang enggan menyebutkan namanya di lokasi sedang melakukan pengadukan semen saat dikonfirmasi mengakui, adukan yang dilakukan sudah sesuai perintah Bos, 2 banding 8 ( 2 sak semen 8 angkong pasir),” ucapnya.

Tampak semen dan pasir diaduk menggunakan sekop, setelah dirasa tercampur di muat kedalam angkong dan di tuangkan kedalam parit saluran air tanpa terlebih dahulu di aduk dengan dengan air. 
” Parit saluran air sudah ada airnya, dengan sendirinya nanti akan tercampur oleh air yang ada di saluran,” kata pekerja.
Ketika di tanya tentang dimana letak papan plank informasi proyek untuk mengetahui berapa anggaran yang sedang dikerjakan,  dengan tegas mengatakan tidak mengetahui.
“Kalau masalah berapa panjang lebar dan dalamnya serta anggarannya termasuk plank proyek saya tidak tau, tanya saja langsung dengan kepala tukang,” ujarnya.
Selanjutnya seseorang bermarga Siagian yang tampak berlagak seperti pengawas proyek saat dimintai keterangan menyebutkan,  dirinya datang kelokasi proyek adalah untuk mencari pekerjaan dan bukan sebagai pengawas proyek.  Saat ditanya siapa dan CV apa yang menjadi Rekanan proyek, dirinya bungkam.
Dengan demikian pelaksanaan Perpers no 54 Tahun 2010 dan no 70 tahun 2012 yang mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang di biayai negara wajib memasang papan nama proyek dan memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, no kontrak, waktu pelaksana proyek, kontraktor pelaksana serta nilai kontrak dan jangka waktu pengerjaan, tidak di laksanakan oleh rekanan proyek.

Dalam hal ini Kepolisian Sumatera Utara (Poldasu) diminta untuk melakukan pemanggilan terhadap rekanan yang mengerjakan proyek Saluran Irigasi Desa  Wonorejo kecamatan Pematang Bandar, kabupaten Simalungun, karena dinilai tertutup tidak transfaran.( Rijal )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *