Radar 24jam

Radar Nusantara Group

NOTARIS DIMYATI AKAN DILAPORKAN DAWUD KE POLRES

Semarang, radar24jam.com

Proses transaksi akad jual beli sebidang tanah dan bangunan yang berlokasi di wilayah Bawen Kabupaten Semarang menjadi perhelatan panjang. Kini imbasnya Notaris Dimyati dalam pekan ini akan di laporkan ke Kepolisian oleh Dawud sebagai pemegang Hak atas nama pemilik tanah dan bangunan.

Kejadian itu bermula ketika Dawud warga Banyubiru telah menjalin kesepakan transaksi Akad Jual Beli (AJB)  dengan Atno warga Bawen.  Kesepakatan itu terjadi pada tahun 1992 dengan kesepakatan harga 36.000.000 (tiga puluh enam juta rupiah) AJB berlangsung dihadapan Notaris Dimyati yang berkantor di jalan Jend Sudirman Ambarawa Kab Semarang.

Dalam proses AJB  Atno menyerahkan uang 15 juta (lima belas juta rupiah)  dari yang telah disepakati harga 36 juta (tiga puluh enam juta).

Seperti yang diceritakan Dawud , pihak notaris (Dimyati) menawarkan pada Dawud jika menghadirkan istri biaya nya 750.000  (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) dan kallau tidak dihadiri istri 1.500.000 juta.  Karna Dawud sebagai pihak penjual tidak bisa menghadirkan istri maka Dawud membayar 1.500.000 (satu juta lima ratus ribu rupiah) dengan harapan proses AJB bisa terlaksana. 

Sementara itu Atno sebagai calon pembeli merasa sah dalam AJB yang berlangsung di Notaris Dimyati. Disisi lain pihak Dawud merasa persyaratannya masih kurang yaitu tentang kekurangan dari pembayaran yang telah di sepakati 36 juta. 

Pada tahun 2001 Dawud dan Atno tiba tiba di panggil oleh Dimyati. Dalam pertemuan kedua belah pihak yang berlangsung di kantor Notaris Dimyati , pihak Atno bersedia memberi tambahan 75 juta (tujuh puluh lima juta rupiah) dan entah karna apa  Dimyati siap akan memberi 25 juta (dua puluh lima juta) tawaran itu ditolak oleh istri dari Dawud. Pasalnya yang menjadi keberatan istri Dawud adalah Atno akan memberi 75.juta jika sudah dibalik nama.  

Karna ada tuntutan kejelasan status rumah yang masih atas nama miliknya  , maka pekan lalu Dawud menggunakan kuasa hukum dari sebuah Lembaga.  Sementara team dari kuasa hukum mulai menyisir akar permasalahan dengan cara mendatangi kantor Notaris Dimyati dimana telah dijadikan AJB.

Sayangnya pihak Notaris Yusron sebagai penerus Dimyati (ayahnya) dinilai tidak pro aktif ketika diminta salinan terjadinya AJB antara Dawud dan Atno.

Melihat kejadian ganjil inilah maka Dawud berencana pekan ini akan melaporkan hal ini ke pihak Kepolisian. 

“saya merasa dirugikan oleh pak Dimyati karena proses AJB tidak bisa balik nama sampai sekarang. Dulu pak Dim minta 1.500.000 sudah saya ikuti karna istri tidak bisa dihadirkan tapi kenyataan begini.  Status  Sertivikat masih atas nama saya tapi bangunan fisik di kuasai oleh Atno ” ungkap Dawud.

Di tempat terpisah , terkait Dawud berencana hendak melaporkan Notaris Dimyati ke unsur Yudikatif  , Selasa (18/5) awak media mengkonfirmasi ke Dimyati  dimana dulu Dimyati berkantor di Jalan Jend Sudirman Ambarawa.

Dengan kedatangan awak media diterima oleh Yusron sebagai keluarga Dimyati yg didampingi staf Notaris (Rejo).

Dalam statmen nya yang disampaikan Rejo  , pihak Notaris  akan  memberikan Salinan AJB tapi tanpa tanda tangan para pihak. 

” kalau terkait proses AJB antara pak Atno dan pak Dawud itu saya tidak tau , tapi saya berharap kedua belah pihak berdamai” ungkap Yusron 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *