Radar 24jam

Radar Nusantara Group

Kejati Sulbar Lakukan Penahanan Tersangka NB di Lapas Kelas II Polman

Mamuju, radar24jam.com

Penahanan tersangka atas nama Nabhan S.ST dalam perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (TPK) pada pekerjaan Tutupan Lahan dengan Mangrove pada Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) Tahun Anggaran (TA) 2016 di Kabupaten Pasangkayu.Berdasarkan Surat Perintah Penahanan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat, NOMOR: PRINT-344/P.6/Fd.2/05/2021 tanggal 18 Mei 2021 dilakukan penahanan selama 20 (dua puluh) hari dalam perkara dugaan TPK pada pekerjaan Tutupan Lahan dengan Mangrove pada Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Sulawesi Barat TA 2016 di Kabupaten Pasangkayu yang disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) subs Pasal 3 jo  pasal 18 Undang – Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang – Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (TPK) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Posisi kasus:1.Pada tahun 201 Badan Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan kegiatan pekerjaan Tutupan Lahan dengan Mangrove dengan anggaran sebesar Rp 14.788.800.000, yang bersumber dari APBD TA 2016 yang lokasinya di Kabupaten Polman, Kabupaten Majene, Kabupaten Mamuju, Kabupaten Mamuju Tengah, dan Mamuju Utara (sekarang bernama Kabupaten Pasangkayu), khusus kegiatan pekerjaan Tutupan Lahan dengan Mangrove di Kabupaten Mamuju Utara Tahun 2016 dengan anggaran yang bersumber dari APBD Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2016 dengan nilai Rp 4.981.776.530,00-.2.Tersangka Nabhan S.ST bertindak sebagai pejabat pengadaan diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum dalam penetapan penyedia pekerjaan.3.Tersangka Nabhan S.ST membuat HPS dan disetujui oleh dr.Hj.Fatimah selaku PA/PPK yang dilakukan dengan tidak sesuai dengan prosedur.4.Pelaksanaan pekerjaan Tutupan Lahan dengan Mangrove tidak dilakukan sesuai dengan penyedia dalam kontrak, namun dilakukan oleh beberapa orang saja.5.Bahwa pelanggaran pekerjaan dilakukan secara melawan hukum, karena beberapa tandatangan cek dari Direktur para penyedia dipalsukan dan ada juga menggunakan tandatangan asli tanpa sepengetahuan dari Direktur.6.Perbuatan tersangka melanggar ketentuan Perpres No.54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, dan peraturan perubahannya.7.Berdasarkan laporan hasil audit investigasi dari BPKP telah terdapat Kerugian Keuangan Negara sebesar Rp 1.129.213.609,- .

ADVOCATE TERSANGKA NB, ANDI ABDUL RAHMAN NAWAWI.KREDIT FOTO: RJ/AAR BW
Alasan dilakukan penahanan:1.Alasan objektif: Pasal yang disangkakan kepada tersangka adalah Pasal yang ancaman hukumannya di atas 5 (lima) tahun vide pasal 21 ayat (4) huruf a KUHAP.2.Alasan subyektif: Adanya kekhawatiran bahwa tersangka akan melarikan diri dan merusak atau menghilangkan barang bukti, serta mempengaruhi saksi-saksi lainnya.Adapun tersangka NB adalah merupakan mantan pejabat BLH Sulbar yang telah pensiun sejak tahun 2000.”Bahwa surat perintah penahanan ini terhitung sejak hari ini Selasa (18/5/2021) terhadap Tersangka NS selama 20 hari kedepan,” kata Aspidsus Kejati Sulbar Feri Mupahir, saat menggelar Konferensi Pers, Selasa (18/5/2021) sore di Tenda Kantor Kejati Sulbar.

MOBIL DINAS BER PLAT DC 1701 MENGGIRING TERSANGKA DUGAAN TPK KE LAPAS POLMAN.KREDIT FOTO: RJ/AAR BW
Adapun tersangka, kata Feri, merupakan mantan pejabat yang telah pensiun tahun 2000.”Rencananya akan kami titipkan kepada Lapas di Kabupaten Polman,” lanjut Feri.Dikatakan, penahanan tersangka terkait kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (TPK) Penutupan Lahan Mangrove pada Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sulbar TA 2016.”Kami sudah tetapkan lima orang tersangka, namun baru satu orang tersangka yang kami lakukan penahanan. Untuk kedepannya kita akan lihat perkembangannya. Sepanjang bukti permulaan cukup kenapa tidak dilakukan penahanan terhadap tersangka lainnya,” kata Feri.Sekadar diketahui, tersangka digiring dari Kantor Kejati Sulbar, Selasa (18/5/2021) sore dengan menggunakan Mobil Dinas ber plat DC 1701 menuju Lapas Polman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *