Radar 24jam

Radar Nusantara Group

Bupati Muratara “Menegaskan di Larang Mengadakan Pesta Pada Malam Hari Titik.

Muratara, radar24jam.com

Bupati Muratara,H.Devi Suhartoni Melarang Mengadakan Pesta Malam Menurut Perdah yang telh di Syahlan Siapa Yang Melanggar Akan di Tindak Sesuai dengan UU no 17 tahun 2019 Tentang Keramaian terkhusus di wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) resmi tidak diperbolehkan Senin,(17/5/21)PKL:14.12.Wib.Prov.Sum-Sel.

Bupati Muratara,H Devi Suhartoni dalam pertemuan dengan Camat, Lurah dan Kepala Desa di Se-Muratara di Ruangan Kantor BPKAD lantai Dua 

Tentang Pelarangan “Pesta malam tidak di Perbolehkan Lagi  titik,yang melanggar akan di tindak,” kata H Devi Suhartoni

Ia menegaskan penutupan pesta malam didasari oleh perda yang sudah dibuat sejak Tahun  2019.yang Sudah di Sepakati DPRD  Muratara 

Perda yang diusulkan pemerintah daerah dan telah  di syahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

“Kita hanya menjalankan Perda, perda yang sudah ada sejak 2019, yang diusulkan Pemda dan Suda di syahkan di DPRD,” katanya 

Bupati Berpesan  kepada Kepala desa Semuratara  dan Camat juga Lurah untuk menyampaikan ke masyarakat di Desa bila yang menutup pesta Malam itu bukan Kades, namunSampaikan Ke-Masyarakat Bahwa Yang Melarang Mengadakan Pesta Malam adalah  Bupati dan Wakil Bupati.

“Jangan Merasa ada Takutnya bila ada  Masyarakat yang  bertanya, katakan yang menutup itu Bupati, jika Masyarakat ada yang akan Mara dalam Hal penutupan ini Sampai Ke Mereka Biar Mereka Menghadap saya ,” katanya.

Dari Jumla Kepala Desa Sekabupaten Muratara  ada Beberapa Kepala Desa  menyampaikan pendapat dan Mengusut T ntang Memohon izin Untuk Sekali Lewat Tentang Ingin Mengadakan Pesta Malam di Desa Mereka agar  pesta malam tetap di adakan dengan batasan waktu tertentu, hal itu mengingat adanya adat persatuan yang sudah berjalan.

“Usul kami pak, Bagaiman kalau pesta malam dengan batasan waktu, misal sampai selesai acara persatuan setelah itu di  tutup, PK Bupati ” kata salah satu kades.

Namun Bupati Tetap Bersih Keras Tidak  di Bolehkan Dengan alasan apapun untuk melangsungkan pesta malam, dan persatuan dapat dilangsungkan di sore hari setelah acara Oersedekahan,”Tegasnya

“ Tetap Tidak bisa, pesta malam tidak dibolehkan lagi, kalau persatuan kan bisa Setelah acara Persedekahan  pada waktu dari jam 12 Keatas Sampai sore setelah sedekahan, semua rasanya bisa di atur,” jawab  Bupati Devi.

Bupati, juga menegaskan untuk Kepala Desa yang tidak setuju dengan penutupan pesta malam agar membuat surat pernyataan.Surat itu Yang  isinya  pernyataan tidak sepakat dengan adanya Pelarangan  Penutupan Pesta Malam dari pemerintah desa.

“Kalau ada kades yang tidak setuju dengan penutupan pesta malam, buat saja surat penyataan,” tegas dia

Wakil Bupati H Inayatullah dalam kesempatan itu berkata,” bila penutupan pesta malam bukan hanya atas dasar perda saja.

Namun juga karena banyaknya usulan dari Masyarakat yang meminta agar pesta malam ditutup karena banyak mudarat dan akibatnya akan terjadi Pad saat pesta Malam.

“Bapak ibu kades penutupan pesta malam ini juga karena banyaknya usulan dari masyarakat, jadi tak semua masyarakat setuju keberlangsungan pesta malam,” kata Inaya.

Innayah  juga meminta Kepada Kepala Desa agar bertindak dengan Tegas juga  hati nurani, Supaya berfikir dampak yang akan terjadi dari kebijakan yang dipertahankan karena semua akan ada per tanggung jawaban.

“Kita tidak boleh Mengambil Keputusan Sendiri ini  demi kebahagiaan satu dua orang saja, kebijakan kita nanti akan dipertanggung jawabkan, jadi harus kita pikirkan dengan Pemikiran Yang Jernih ,” tutupnya.

(A.Rahman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *