Radar 24jam

Radar Nusantara Group

Penderita Penyakit Atresia Ani(Tanpa Anus) Di Desa Balitata

Halsel, radar24jam.com

Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) masih menyimpan sejumlah anak penderita penyakit Atresia ani atau anus imperforata.

Penyakit ini adalah kelainan kongenital yang menyebabkan anus tidak terbentuk dengan sempurna. Akibatnya, penderita tidak dapat mengeluarkan tinja secara normal. Kondisi ini biasanya terjadi akibat gangguan perkembangan saluran cerna janin saat usia kehamilan 5–7 minggu.(Foto Saha)

Atresia ani merupakan kondisi yang cukup jarang terjadi. Kondisi ini hanya terjadi pada 1 dari 5.000 kelahiran dan lebih sering terjadi pada bayi laki-laki. Atresia ani perlu mendapatkan penanganan segera untuk mencegah komplikasi.

Anak dari pasangan suami istri (Pasutri) asal Desa Balitata Kecamatan Gane Barat, Rudi dan Raisa mengalami penyakit Atresia Ani atau yang lebih dikenal dengan lahir tanpa Anus bahkan, tidak memiliki alat kelamin yang jelas.

Risal Rudi yang saat ini sudah memasuki usia 5 tahun terpaksa hanya berbaring di Tempat tidur Rumah milik Orang Tuanya di Desa Balitata Kecamatan Gane Barat dikarenakan Terkedala Biyaya.

Keluarga bayi tanpa anus, Rudi Kepada Awak media Radar24jam.com menuturkan, Ananda Risal Rudi menderita penyakit Atresia Ani sudah dari sejak lahir.

“Lahir tarada (tidak) punya anus sehingga dokter Di RS Marabose buat pembuangan kotoran dari perutnya dan jenis kelaminnya juga tidak jelas,” Tutur Rudi Jumat(14/05/2021)

“Sekarang Kami Mau ke Manado atau Makasar mau proses operasi agar bisa hidup normal tapi kendalanya adalah Kami tidak Punya biayaya Karena Rumah Sakit Umum Labuha tidak bisa dioperasi (atau) tarada (tidak) ada Alat untuk Operasi Selanjutnya jadi harus keluar daerah, namun terkendala dengan biaya operasi,” Tambah Rudi

Sementara kedua orang tua Rudi hanya berharap ada perhatian dari pemerintah daerah guna membantu proses pengobatan operasi. (Saha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *