Radar 24jam

Radar Nusantara Group

Orang Tua Sumber Kesuksesan Kehidupan Didunia

Parigi Moutong, radar24jam.com

Orang Tua akan menjadi  sumber kesuksesan kehidupan kita didunia,sebaliknya kekemarahanya adalah merupakan sebuah bencana dalam kehidupan kita.

“Keridloan Allah tergantung kepada keridloan Orang Tua dan kemarahan Allah tergantung kemarahan orang tua”tegas Suratman dalam khutbahnya saat idul Fitri 1442 H dimesjid Al-Huda Pelawa baru.

Adalah sebuah kebahagiaan bagi kita yang orang tuanya masih dalam keadaan sehat dan masih bersama kita,terlebih sosok Ibu yang telah susah payah melahirkan kita kedunia ini.

Ibu adalah sosok yang paling berjasa dan dapat menghantarkan kita ke surga,bagaimanakah dengan hari ini sudah kita menjenguknya semakin hari semakin bertambah tua umurnya,hari-harinya sudah mulai ditinggal pergi anak-anaknya,dirumah sendiri tak berdaya dengan kondisi kesehatan yang semakin membuatnya tak berdaya.

Keinginan bekerja masih ada,namun tenaga sudah tidak mendukung keinginannya.Akhirnya hanya bisa mengubur semua isi hatinya sambil berharap ada anak yang memperhatikan dan peduli dengannya.Apakah kita peduli dengan hal ini? Apakah kita merasakan apa yang mereka inginkan dan rasakan selama ini.

Inilah saat penting bagi kita untuk berbuat berbuat baik kepada orang tua kita,inilah ladang amal bagi kita selaku anak yang berbakti kepada orang tua,jika kita dengan  ikhlas peduli,memberi kasih sayang dan membantu meringankan beban hidupnya yakinlah Surga Balasannya,jasa dan perjuangan mereka tidak akan bisa kita balas dan bayar lunas.

Demi Allahsebanyak apapun yang pernah kita berikan apapun yang pernah kita serahkan kepada orang tua kita tidak setimpal dengan perjuangan dan pengorbanan mereka membesarkan kita.

Mari kita ingat perjuangan mereka ketika masih kecil tak bisa berbuat apa -apa dengan penuh cinta mereka menggendong kita ,mencium kita dan merawat kita sampai kita bisa seperti sekarang ini.

Bagaimana sebaliknya ketika saat ini mereka tergeletak sendirian dirumahnya sempatkah kita menengoknya? Berapa kali kita mengusap keningnya ,menyuapinya dan menggantikan pakaiannya ketika ia terbaring sakit diatas tempat tidurnya? Seringlah kita memeluknya dengan penuh cinta sembari tersenyum sebagaimana ia lakukan saat kita kecil dipangkuanya.

Oleh karena itu dihari nan Fitri inilah yang tepat bagi kita untuk meraih kedua tangannya yang sudah nampak keriput dimakan usia.Rengkuhlah tubuhnya ,ciumlag dulu tangannya yang dulu kekar mengasuh kita namun sekarang namun sekarang sudah lemah seraya bersimpuh meminta maaf kepadanya ,mintalah keridloan dan keihklasanya untuk bekal hidup kita dan marilah berdoa agar kita selalu mendapatkan perlindungan dan kesehatan serta kemudahan dari Allah SWT semoga mereka tetap terjaga iman dan islamnya.dengan penuh kasih sayang,perkuatlah kedekatan bathin dengan sesama agar tercipta suasana yang penuh kedamaian dan penuh cinta cinta serta kasih sayang,bukkakan pintu maaf kepada sesama agar kesempurnaan ibadah kita dibulan ramadhan dan idul Fitri ini akan semakin sempurna” ungkap Suratman dalam khutbahnya.

Sidik Usman Hamzah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *