Radar 24jam

Radar Nusantara Group

Bupati Majalengka Heran dengan adanya Perbedaan Data sehingga Masuk Zona Merah

Majalengka, radar24jam.com

Bupati Majalengka DR.H.Karna Sobahi , M. MPd merasa heran soal label zona merah yang menimpa Kabupaten Majalengka. Pasalnya, pekan lalu kasus covid-19 di kabupaten majalengka berdasarkan hasil kajian tidak menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan.

Karna menjelaskan pada media Radar Nusantara biro majalengka dengan tegas Kalau lihat zona merah di Majalengka cuma 1, di Gandu aja. Yang lain itu orange dengan kuning,” Kata Bupati Rabu siang ( 12/5 ) di Pendopo Gedung Negara.

Hadir dalam kesempatan tersebut unsur Forkopimda seperti Sekda, Kapolres Majalengka, Dandim 0617 Majalengka, Kadinkes dan Kepala Pelaksana BPBD 

Berdasarkan hasil pelacakan kontak erat yang dilakukan oleh beberapa satgas di tingkat Kecamatan, dengan hasil laporan dan data pekan lalu ditemukan hanya Desa Gandu dan Desa Genteng yang kedapatan terjadinya penularan. 

Karna memaparkan dengan gamblang pada media Radar Nusantara biro majalengka kami ada data yang sangat jelas namun dan data yang ada di satgas covid 19 kabupaten Majalengka cuma desa genteng dan Gandu, yang beberapa Minggu lalu terjadi cluster disana dan mereka status nya OTG sudah pada sembuh, udah 10 hari lebih,” jelasnya”

Menurutnya, dari data pikobar Kabupaten Majalengka masuk dalam zona orange dengan penilaian dan sebaran dalam peta potensi dan resiko penularan yang cukup stagnan.

Kalau lihat ini (data pikobar), disini majalengka orange zonanya, makanya saya juga aneh, tiba-tiba zona merah dengan nilai 1,79, kalau itung-itung kita 8,5 makanya kita uji data saja, kita bukan protes,” tuturnya”

Adapun, dari 15 unsur penilaian kriteria zona merah sendiri, Majalengka hanya masuk pada beberapa kriteria saja. Data Yang meninggal pada periode seminggu terakhir ini, hanya 8 orang selama 10 hari. Yang positif Covid-19 baru di 330 desa, hanya 87 pasien. Sementara, ruang isolasi dari 77 yang dipakai cuma 15 dan sembuh mendekati 119 pasien.

Sebagai konsekuensi dari itu, Bupati Majalengka berencana akan mengirimkan surat disertai data yang sudah dipersiapkan dan akan dibawa kepada provinsi dan pusat sekaligus sebagai bentuk laporan . 

Kami akan konsultasikan ke sana dan kita akan kirim surat ke Gubernur sekaligus juga dilampirkan kajian dan data yang valid ,” jelas Bupati “

Bupati menghimbau semua jajaran pemerintahan dari tingkat satgas kabupaten hingga satgas di tingkat kecamatan dan desa untuk mengajak masyarakat secara persuasif kembali menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker , mencuci tangan , jaga jarak serta jangan berkerumun .

Selain meminta peran serta seluruh lapisan pemerintah Bupati juga akan menerapkan beberapa langkah untuk membebaskan Majalengka dari zona merah dengan memperketat prokes secara terpadu serta meningkatkan posko tiap desa untuk memenuhi cakupan pelacakan kontak . ” pungkas karna “.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *