Radar 24jam

Radar Nusantara Group

Jalur Mudik Pantura Waspadai Pamanukan Dan Indramayu!

Subang, radar24jam.com

Bila kondisi jalan Jakarta-Pamanukan mulus-mulus saja, tampaknya berbeda dengan jalur Pamanukan-Indramayu. Selain kondisi jalan bergelombang, sejumlah pasar tumpah di jalur ini.

“diyakini akan menimbulkan kemacetan panjang. Pasar yang akan ditemui pemudik pertama kali di jalur Pamanukan-Indramayu adalah Pasar  Sukaratu yang teletak di Jl. Raya Pantura.

Pamanukan. Pasar ini merupakan titik kemacetan yang perlu diwaspadai. Di pasar ini, sejumlah aktivitas warga yang datang ke pasar itu terjadi. Selain angkutan umum yang akan berhenti di bahu jalan, para abang becak dan lalu lalangnya sepeda motor juga akan memperparah kemacetan. Bila para pemudik sudah lolos dari jeratan Pasar Sukaratu, yang perlu diwaspadai adalah di perbatasan Kabupaten Subang dengan Indramayu. Di jembatan Sewo yang membatasi kedua wilayah itu, biasanya ada puluhan orang yang meminta sumbangan. Mereka berdiri di pinggir kanan dan kiri jembatan sambil menyodorkan penjaring uang. Bila keberadaan para peminta sumbangan ini masih berlanjut sampai beberapa hari menjelang Lebaran, maka tentu hal ini juga bisa menjadi titik kemacetan. Selanjutnya, para pemudik juga perlu mewaspadai Pasar Sukra, Indramayu. Sama dengan pasar-pasar lainnya, aktivitas di jalan di depan pasar ini luar biasa. Aktivitas tentu akan meningkat bila menjelang Lebaran. Di sekitar pasar, banyak sekali tukang ojek yang saling berebut penumpang dengan menghampiri bus dan angkutan umum yang sedang berhenti di sekitar pasar. 

Keramaian yang ditimbulkan para tukang ojek ini cukup mengganggu para pengendara mobil dari kedua arah, karena kegiatannya hampir menutupi satu ruas jalan akibat bus yang berhenti bukan di pinggir jalan.Lolos dari titik macet di Pasar Sukra, para pemudik sebaiknya hati-hati dengan kondisi jalan selanjutnya. Dari Pasar Sukra menuju Indramayu, kondisi jalannya tidak sebagus jalur Jakarta-Pamanukan. Secara fisik, kondisi jalan yang menghubungkan Sukra sampai dengan Pasar Patrol, Indramayu tidak rata, bergelombang, dan bahkan ada beberapa bagian yang berlubang. Panjang jalan ini mencapai 7 km. Kondisi jalan yang berlubang ini menyebabkan kendaraan dari arah Pamanukan menghindari bahu jalan, sehingga posisi kendaraan agak ke tengah. Kondisi ini juga ditambah dengan tidak adanya pembatas jalan untuk dua arah yang berlawanan tersebut.

Akibatnya, posisi kendaraan dari arah Pamanukan yang agak ke tengah tersebut hampir rapat dengan arus kendaraan dari arah Cirebon.Saat Radar Nusantara menyusuri jalan itu pada Selasa (4/5/2021), Kemarin memang jalan ini sedang diperbaiki.Namun, belum diketahui sampai kapan perbaikan akan selesai. Yang jelas, pemudik perlu waspada, Tandasnya.(Staff)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *