Radar 24jam

Radar Nusantara Group

Pdt Roma Situmorang Korban Penganiayaan Oleh Kakak Ipar Petinju Nasional Christ John

Semarang, radar24jam.com

FORKOMMAS – PPM – KBPPP – Pemuda Batak Bersatu ( PBB ) datangi Polsek Siang Membela Ibu Pendeta Roma

Siang ini Polsek Pedurungan didatangi oleh Forkommas, Pemuda Panca Marga ( PPM ), KBPPP ( Keluarga Besar Putra Putri Polri ) , Pemuda Batak Bersatu ( PBB ) Jawa Tengah terkait kasus Penganiayaan bu Roma Uli Situmorang seorang Pendeta Wanita yang di Pukuli Oleh Kakak Ipar Mantan Petinju Nasional Christ John.
Kronologis korban dianiaya oleh Remi kakak ipar Anna Maria Megawati, istri dari Chris John. Peristiwa penganiayaan terjadi di rumah milik Chris John dan istrinya di Jalan Taman Flamboya Utara V RT 07 RW 02, Kelurahan Pedurungan Lor, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, pada 14 Agustus 2020, sekitar pukul 08.30 WIB.
Saat itu dilaporkan dengan bukti tanda terima laporan bernomor STTLP / B / 297 / VIII / 2020 / JATENG / RES TBS SMG, Jumat, 4 September 2020.
Kejadian bermula pertemuan tak sengaja antara korban dengan Chris John di sebuah toko modern di kawasan Pedurungan pada awal 2016. Keduanya sudah saling kenal lama sebelumnya.
Dari pertemuan itu, korban mengajak Chris John terlibat dalam pelayanan ke para tahanan dan narapidana di lembaga pemasyarakatan. Komunikasi pengurangan makin intens dan selanjutnya, korban ditawari tinggal di rumah Chris John di Taman Flamboyan Pedurungan.
“Kemudian saya mulai tinggal di rumah tersebut sekitar tahun 2017,” kata pendeta yang rutin melakukan pelayanan di sebuah gereja di kawasan Jalan Gajah Mada Semarang ini. 
Persoalan mulai muncul ketika Agustus 2018, kakak ipar dari Mega, panggilan istri Chris John, datang untuk tinggal bersama. korban menyebut RM tidak punya etika baik hidup bersama menumpang di rumah mantan juara dunia tinju kelas bulu itu.
“Tiap hari pakai perabotan saya seenaknya, buang sampah sembarangan,” ujarnya.
Hubungan korban dan Remi semakin meruncing ketika September 2019, RM ditegur karena usaha satenya banyak dikeluhkan warga sekitar. “Saat itu saya nyaris dipukul tapi dihalangi adik saya,” katanya.
Usai peristiwa itu, korban pindah tempat tinggal namun tidak diperbolehkan Chris John dan Mega dengan alasan rumah akan dijual. Ia menunggu untuk tetap tinggal, merawat rumah sembari menunggu pembeli.
Selama hampir itu, hubungan korban dan Remi makin tak akur. Hingga akhirnya terjadilah penganiayaan pada pertengahan Agustus lalu. Tanpa sebab yang jelas, menuduh korban penjilat dan gelandangan, Remi ( RM ) memukul dan menendang pendeta wanita itu.
Korban sempat melakukan pembelaan dengan memukul RM dengan rantai pagar. Namun upaya itu malah malah membuat RM semakin beringas.
Akibat kejadian itu, Pendeta Roma mengalami luka di sejumlah bagian tubuh. Bahkan hingga saat ini harus rawat jalan dari dokter saraf di kediaman adiknya di kawasan Tanah Mas. 

FORKOMMAS bersama Pemuda Panca Marga, KBPPP dan Pemuda Batak Bersatu menegaskan mengawal perkara ini hingga tuntas. Melalui Ketua FORKOMMAS Adhi Siswanto Wisnu Nugroho : menyatakan “bahwa Pelaku harus ditindak sesuai prosedur yang berlaku ditambah butuh penegasan bu Roma adalah seorang Pendeta Wanita juga Tokoh Masyarakat yang aktif bermasyarakat”

“Kami bersama Pemuda Panca Marga dan Keluarga Besar Putra Putri Polri ( KB-PPP) serta Pemuda Batak Bersatu menyatakan siap mengawal Perkara ini hingga tuntas, bahkan membela Upaya Tersangka yang melakukan Laporan Balik kepada Korban.” Tegas Adhi.

Bima Agung dari KBPPP juga menuturkan : hal yang sama : “kami siap terjun bersama sama LSM dan Ormas untuk Membela yang Lemah. Bu Roma ini Wanita tidak wajar kalau musuhnya laki laki, dipukuli sampai seperti itu”

Ditambahkan oleh Agus Prayitno dari Assisten Operasional Resimen Yudha Putra PPM Jateng : “kami akan terus berjuang menegakkan keadilan hukum bagi yang lemah, jangan anggap duit selalu bicara hukum, tapi Ingat Keadilan dari Tuhan !”

Setelah selesai mendatangi Polsek Pedurungan Ditemui Penyidik . Rombongan bermaksud mendatangi Kapolrestas Semarang besok Senin untuk memperoleh Keterangan lebih lanjut dan keadilan hukum.(mnr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *