Radar 24jam

Radar Nusantara Group

Buron 15 Tahun, Cukong Ilegal Logging Akhirnya Ditahan Kejati Kalbar

Pontianak (Kalbar), radar24jam.com

Setelah menjadi buronan belasan tahun, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Barat akhirnya menahan cukong tindak pidana ilegal logging, di Rutan Kelas IIA Pontianak.

Prasetyo Gow alias Asong (60) terpidana yang sudah menjadi buronan 15 tahun ini merupakan warga komplek Fajar Permai Bansir Darat Pontianak Selatan. Cukong pembalakan liar ini ditangkap oleh Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Agung bersama Tim Tabur Kejati Kalimantan Barat pada hari Kamis, 22 April 2021, sekitar Pukul 11.30 WIB.

“Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat bersama Tim Intelijen Kejaksaan Agung Republik Indonesia telah menangkap atau mengamankan satu orang buronan atau DPO atasnama Prasetyo Gow alias Asong, kemarin hari Kamis, sekitar jam 10.30 WIB, di The Royal Spring Hill Residence, Jl. Benyamin Suaeb, Pademangan Timur, Kemayoran di Jakarta Utara,” ungkap Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, Dr. Masyhudi, SH.,MH dalam konferensi persnya di Jalan Jenderal Ahmad Yani Pontianak, Jumat 23 April 2021, Pukul 14.08 WIB.

Pasca penangkapan tersebut, buronan ini sempat ditahan sementara di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan sambil menunggu penjemputan dari Tim Jaksa Eksekutor Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat (Kajati) menjelaskan, bahwa sesuai Putusan Mahkamah Agung Nomor: 2370 K/PID/2005 Tanggal 28 Juli 2006, Prasetyo Gow alias Asong dipidana empat tahun penjara dan denda Rp200 juta, subsidair lima bulan kurungan.

“Karena melakukan tindak pidana mengangkut atau memilki hasil hutan tanpa Surat Keterangan Sah Hasil Hutan (SKSHH),” jelas Masyhudi.

Perbuatan terpidana Asong yang melanggar pasal 78 ayat 7 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, waktu itu saat dipanggil jaksa eksekutor untuk dieksekusi ke dalam penjara, Asong melarikan diri. Bahkan selama buron cukong ilegal logging ini sempat mempermak wajahnya di Singapura dan diduga memalsukan identitasnya untuk mengelabui aparat penegak hukum. Terkait dugaan pemalsuan identitas dan operasi plastik, Kejati menyampaikan akan melakukan pendalaman proses hukum lebih lanjut.

“Dalam pelariannya yang bersangkutan ini, ya sebenarnya udah kita pantau ya, kita pantau terus, kita ikuti terus, sehingga baru berhasil kita tangkap setelah kita memang benar-benar memastikan dan kita sudah yakin, kenapa ? Karena yang bersangkutan ini kita duga memakai nama atau identitas palsu, sehingga kita harus hati-hati jangan keliru orang,” tutur Kajati Kalbar. 

Untuk memburu DPO lainnya, sampai saat ini pihak Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat terus melakukan komunikasi dengan Kejaksaan di seluruh Indonesia. Seperti yang sudah ia sampaikan berkali-kali, bahwa para DPO atau buron lain yang sampai sekarang masih ada, ia mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi dengan kejaksaan lain maupun aparat penegak hukum lain. 

Dalam kesempatan ini, Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat memberikan himbauan kepada para DPO atau Buronan yang masih melarikan diri agar segera menyerahkan dirinya. Karena menurut Masyhudi, mau bagaimana pun caranya dengan melakukan penggantian identitas pribadi pun, maka cepat atau lambat yang bersangkutan pasti akan terungkap. 

“Para DPO, sudahlah menyerahkan diri, karena bagaimanapun ditempat pelarian itu nggak enak, nggak jelas dan selalu akan was-was, selalu tidak tenang, dan juga tidak bisa kumpul dengan keluarganya, tidak tahu keberadaan atau kondisi keluarganya. Sehingga lebih baik menyerahkan diri, mempertanggung jawabkan perbuatannya, selesai. Hanya masalah waktu saja, mau diubah identitasnya juga cepat atau lambat akan ketahuan,” pungkasnya.

Hadir dalam konferensi pers, Kajati Kalbar, Wakajati, Aspidum, Asintel, Kanwil Hukam Kalimantan Barat, dan Kepala Imigrasi Pontianak.

Berdasarkan pantauan media www.radarnusantara.com Korwil Kalbar di lapangan, Asong terpidana buronan cukong kayu ilegal yang sempat melarikan diri selama 15 tahun, kedua tangannya tampak terborgol dengan menggunakan baju rompi berwarna oranye yang bertuliskan tahanan Kejaksaan Negeri Pontianak, masuk kedalam mobil tahanan Kejaksaan Negeri Pontianak yang berwarna hijau dengan nomor polisi KB 9120 AQ, pada Pukul 15.01 WIB, untuk dibawa ke Rutan Kelas IIA Pontianak.

Adrian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *