Radar 24jam

Radar Nusantara Group

Penyaluran BPNT di Desa Cijengkol Diduga Amburadul

Lebak, radar24jam.com


Realisasi Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial RI  dijadikan ‘Bancakan’ para mafia yang menangani program tersebut. Dugaan tersebut diketahui, setelah awak media langsung kelapangan dan konfirmasi  ke KPM.
agen didesa cijengkol  kecamatan cilograng. Untuk melakukan investigasi dan survey di lapangan.untuk konfirmasi terkait harga komoditi.
Padahal program bantuan sosial pangan sebelumnya merupakan Subsidi Beras Sejahtera (Rastra), dan mulai ditransformasikan menjadi BPNT pada tahun 2017. Selanjutnya, pada tahun 2018 program Subsidi Rastra secara menyeluruh ditransformasi menjadi program Bantuan Sosial Pangan yang disalurkan melalui skema nontunai dan Bansos Rastra.
Pada akhir 2019, program Bantuan Sosial Pangan di seluruh kabupaten/kota dilaksanakan dengan skema nontunai atau BPNT. Hingga pada tahun 2021, program BPNT yang telah dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia tersebut dikembangkan menjadi program sembako dalam rangka mewujudkan penguatan perlindungan sosial dan meningkatkan efektivitas program bantuan sosial pangan.
 Awak media melakukan investigasi,kelapangan di desa cijengkol Kecamatan cilograng,, sudah melakukan investigasi dibawah kepada penerima manfaat, hasilnya ditemukan banyak indikasi permasalahan penyaluran BPNT yang diterima KPM (Keluarga Penerima Manfaat).seperti beras 10 kg,telor 1 kg,ayam 1 ekor dan buah jeruk 1 kg.bahkan buah jeruk asam dan telor ada yang busuk.
“Carut marut program BPNT menjadi fenomena, masih banyak pelanggaran dilapangan suplayer dan pendistribusiannya menjadi bancakan mafia dan sangat merugikan KPM,”
Dari muali harga beras per 10 harga 100.000 harga telor 30.000/kg, harga ayam per ekokor 45000 harga buah jeruk 25000/kg komuditi yang terbagi kepada KPM sebesar Rp 200 ribu pada program sembako Bansos, dengan komuditi beras,ayam, buah, telur. 
diatur dalam Permensos nomor 20 tahun 2019 tentang penyerahan bantuan pangan non tunai, bagaimana pendustribusian, pelaksana dan komponen pengawasan diatur dalam peraturan tersebut. Seperti keberadaan E-Warung sudah diatur dalam Pasal 10 ayat 1 dan 3, contohnya E-warung itu kelompok usaha bersama dan non kelompok usaha bersama seperti usaha mikro, toko klontong, usaha eceran, bank agen dan pasar tradisional.
AGEN E-WARUNG ketika dikonfirmasi ia membenarkan akan adanya telor busuk akantetapi telor sudah diganti dan saya minta kpm jika benar ada telor yang busuk segera membawanya untuk ditukar dengan yang baru.karena sya sendiri tidak mau KPM  kecewa atau rugi. Kalau untuk ayam benar baru satu pagu klau yang bulan april belum nanti nyusul lagi ungkap “badal agen e-warung.via whatsaap.
TKSK cilograng ketika d konfirmasi iya mengtakan bahwa dirinya sudah membingbing mengingatkan agar agen E-warung dalam menyalurkan sembako untuk KPM agar sesuai. (Tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *