Radar 24jam

Radar Nusantara Group

Program PTSL Desa Bayalango Kidul Dapat 3900 Bidang

Cirebon, radar24jam.com

Sebanyak 3900 bidang tanah di Ds.Bayalango Kidul Kec.Gegesik Kab. Cirebon menjadi target   untuk diterbitkan sertifikatnya dan ribuan tanah tersebut berada di beberapa Blok wilayahnya.

Kepala Desa Bayalango Kidul H Doi menyatakan pihaknya dipercaya dari sekian salah satu desa oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kab. Cirebon, akan menyertifikasi ribuan tanah tersebut lewat Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Tahun 2021. Program tersebut sebagai upaya percepatan pendaftaran tanah milik masyarakat.

Setiap pemilik bidang tanah, imbuhnya, akan dikenai biaya PTSL sebesar Rp150 ribu. Nominal itu sesuai dengan Peraturan yang ada tentang Pembiayaan Persiapan PTSL.

“Dalam peraturan tersebut sudah diatur sebagaimana tertuang, seperti diantaranya untuk patok, materai, maupun dokumen pendukung lainnya,” ungkap H Dodi, baru-baru ini kepada RN diruang kerjanya.

H Dodi meminta jajaran teem yang dibentuknya untuk terus bersinergi berbagai pihak, baik itu dengan BPN dan aparat berwenang dalam rangka menyukseskan PTSL.

Dan H Dodi, menambahkan, Tanah sawah yang ada didesannya berjumlah total keseluruhan 5600 H. Dengan kepemilikan 50 % milik masayarakat pribumi dan 50 % milik  masyarakat luar daerah hal itu berdasarkan catatan buku tanah data C Ds. Bayalango.

Dan dikatakannya, 50% kepemilikan tanah luar daerah seperti, warga Pelered, Gegesik, Arjawinagun, Weru dan lainnya. “Dan teem kami sudah mendatangi dan memberikan informasi setiap kepemilikan tanah luar daerah untuk segera lakukan sertifikasi”. terangnya.

Karena menurutnya. Sangat disayangkan seandainya pimilik tanah tidak melakukan sertifikasi. Selain prosesnya mudah dan satu hal tidak dipungut biaya hanya dikenakan membayar administrasi seperti yang sudah tertuang sebelumnya.

Dalam pelaksanakan program PTSL sekarang ini, terhitung yang sudah masuk berkasnya 1500 bidang dan yang sudah dicetak 223 bidang. Sementara, tanah sawah ada 3900 bidang dan tanah darat 40 bidang yang sedang berjalan.

” Dan seandainya saat waktu ditentukan tidak memenuhi target, pihak BBPN akan memberikan sisanya kepada desa lain yang mendapatkan program.” terang H Dodi.

Dan hari ini. H Dodi meneruskan, akan mengirim berkas tambahan ke BPPN sebanyak 75 bidang oleh teem yang dibentuknya itu. Artinya, kami akan bekrja dan berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi target yang diamanahkan pihak BPPN.

“Untuk mencapai percepatan tersebut, perangkatnya yang terbentuk dalam satu teem diupayakan terus mensosialisasikan kepada warga yang belum malakukan proses Program PTSL malalui pintu kepintu dan terus berkoordinasi dengan pihak berwenang agar program itu dapat terpenuhi.” pungkas H Dodi (hasan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *