Radar 24jam

Radar Nusantara Group

Pererat Tali Silaturahmi Tercipta Toleransi Kehidupan Yang Damai

Cirebon, radar24jam.com

Indonesia memiliki enam agama yang diakui negara, tapi tidak ada dalam sejarah perang antar agama. Masyarakat yang saling menghargai dan mengasihi menjadi benteng kekuatan indonesia. Dan indonesia memiliki ratusan suku dan budaya yang beaneka ragam. Watak dan adat istiadat setiap suku tidak sama dengan yang lain.

Hal itu dikatakan Danrem 063/SGJ dalam menggelar kegiatan kerukunan umat beragama Triwulan 1 Tahun 2021 bertempat diaula Sunan Giri Komplek Mahkorem Jl. Brigjend Dharsono By Pas Cirebon, Kamis (08/04/2021).

Dan tidak hanya itu, Danrem mencontohkan. Dalam satu lingkup beragama Islam, menurutnya banyak aliran dan ormas yang beragama, dari cara beribadah sampai bersosial kita tidak sama, tapi hubungan antara satu sama lain tidaklah luntur. Dari semua itu, tersimpan dalam 5 sila yang menjadi dasar negara Indonesia.

” Tujuan kegiatan ini yakni mempererat tali silaturahmi dan hubungan sosial antar umat beragama yang berada diwilayah jajaran Korem 063/SGJ agar tercipta kerukunan umat beragama dalam kehidupan yang  damai.” tutur Danrem

Sedikit dijelaskan. Menurut Danrem, Istilah kerukunan umat beragama identik dengan istilah toleransi, Pengertian toleransi itu sendiri yakni saling memahami, saling pengertian dan saling membuka diri dalam bingkai persaudaraan.  Sedangkan dalam konteks masyarakat Indonesia, kerukunan umat beragama berarti kebersamaan antar umat beragama dengan pemerintah dalam rangka suksesnya pembangunan nasional dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),

” Artinya,  toleransi berarti menghargai dan menghormati perbedaan yang ada. Indonesia adalah negara yang kaya akan berbagai suku, agama, bahasa, dan budaya sehingga faktor inilah yang menjadi dasar dari semboyan yang Indonesia miliki yakni Bhineka Tunggal Ika.” katanya.

Dan masih menurut Danrem. Perbedaan itu bisa saja menimbulkan gesekan-gesekan mengingat masyarakat Indonesia yang majemuk. Dalam konteks Indonesia, negara tegas menjamin kebebasan beragama setiap warga negara. Pasal 29 Ayat (2) UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menyatakan, bahwah Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

Danrem menambahkan. Jaminan terhadap hak beragama, tidak hanya berupa perlindungan atas pilihan keyakinan seseorang, tetapi juga harus menjamin ekspresi keagamaan yang merupakan bagian dari peribadatan dan ritual keagamaan.

Danrem berharap, kepada semua pemuka agama yang berada di Indonesia Khususnya yang berada di Wilayah Korem 063/SGJ Cirebon, agar berperan aktif dalam membina kerukunan umat beragama di masyarakat dan peka terhadap situasi yang berkembang saat ini dan harus mampu menjadi pilar pemersatu bangsa dan agama di wilayah masing-masing, Sebagai penganut Agama maupun kepercayaan pegang teguh akidahnya masing-masing.

“Bertoleransi namun tidak membabi buta tanpa memiliki pendirian, tetapi harus dibarengi dengan suatu prinsip yang adil dan membela kebenaran. Marilah kita menjadikan keberagaman dan perbedaan menjadi suatu hal yang indah, Itulah Indonesia yang Pancasila dan ber-Bhinneka Tunggal Ika,” pungkas Danrem. (hasan/penrem063)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *