Radar 24jam

Radar Nusantara Group

Masyarakat Kampung LEGOG, Desa Sukaraja Dipermainkan “OKNUM” Panitia Pembebasan Lahan “TOL BOCIMI”

Sukabumi, radar24jam.com

Masyarakat Kampung Legog, Desa Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi “KECEWA BERAT”, pasalnya ribuan pemilik lahan mereka di sepanjang 28 Km, yang terkena pembangunan PROYEK TOL BOGOR-CIAWI-SUKABUMI (Red-BOCIMI), seksi 3-4. Merasa dipermainkan “OKNUM” Panitia Pembebasan Lahan, hingga kini uang ganti rugi belum mereka terima, oknum malah menjanjikan terus menerus alias “MOLOR” terkesan akan membatalkan UANG GANTI RUGI ITU, di tahun 2021 ini.

Menurut H.DUDUNG (62 tahun), seorang tokoh warga dan sebagai pemilik lahan di Kampung Segog, Desa Sukaraja kepada wartawan daerah dilapangan, kamis (18/3/21) pagi. “Bagaimana kami tidak kecewa berat, Pak!!. Bayangkan kami menunggu uang ganti rugi itu sejak 3 tahun yang lalu (Red-tahun 2018), sejak Panitia melakukan Pendataan kepemilikan lahan dan manancapkan patok-patok pembatas, imbuhnya.

Ungkap H.DUDUNG, yang diapit beberapa warga lainnya. Sejak itu pula, kami membatalkan rencana pembangunan usaha kami diatas lahan yang terkena Proyek Jalan Tol BOCIMI ini. Sebab, pihak Panitia menginformasikan bahwa pemberian uang ganti rugi tanah ini tidak akan menunggu lama lama, akan dipastikan setelah secara keseluruhan Pendataan selesai dikerjakan.”Pada kenyataannya, sudah tiga tahun ini tidak juga ada pelaksanaan pembayaran lahan kami”.

Sementara JUJUN JUNAEDI, seorang Pengembang Perumahan (Red-PROPERTI) di Kecamatan Sukalarang, usahanya “MATI KUTU”. Pasalnya, lahan seluas 6 hektar Ditetapkan sebagai lokasi JALUR TOL.

JUJUN JUNAEDI bersama rekan PROPERTI, mengharapkan, BAPAK PRESIDEN Ir.H.JOKO WIDODO, BLUSUKAN, lihatlah kondisi kami didaerah…apa lagi dengan adanya kasus COVID-19, para pengusaha disini sangat MEMPRIHATINKAN, keluhnya memelas.

Sementara, Sekretaris Panitia Pengadaan Lahan di Proyek Pembangunan Jalan TOL BOCIMI, JUMALIANTO, pada sejumlah wartawan daerah menjelaskan, sebelumnya untuk masuk Wilayah SUKABUMI ini disebut TOL CISUKA (Red-Ciawi-Sukabumi), jadi kami hanya menangani segala permasalahan yang ada diwilayah SUKABUMI. Adapun, permasalahan terakhir, ungkap JUMALIANTO, kami harapan tidak terjadinya POLEMIK berkepanjangan.

JUMALIANTO, mengharapkan, “BERSABARLAH” bahwa, Proyek Jalan TOL CISUKA Seksi 3-4 antara Kecamatan Nagrak sampai dengan Kecamatan Sukalarang Kabupaten Sukabumi, menurut perhitungan pihak Panitia di lapangan untuk 5000 bidang lahan itu, panitia harus memberikan uang ganti rugi sebesar Rp.1,7 Trilliun, karena kondisi Pemerintah hingga sekarang terganggu MUSIBAH COVID-19, sehingga menghambat pengadaan keuangan di LEMBAGA MANAJEMEN ASET NEGARA (Red-LMAN), untuk itu kita tidak bisa berbuat banyak, katanya. (AMH/MYS).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *