Radar 24jam

Radar Nusantara Group

THM dan Panti Pijat diduga Penghasilan Oknum Satpol PP dan Polisi

Bekasi, radar24jam.com

Terkait Penutupan Tempat Hiburan Malam / Cafe dan Panti Pijat di wilayah Kabupaten Bekasi tidak di hiraukan oleh Wanita Malam dan si Pemilik Cafe serta Panti Pijat dengan adanya Razia Covid-19 dalam rangka Penegakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bersekala Micro untuk mencegah penularan Virus Covid-19.

Wakapolres Metro Bekasi AKBP. Rickson P. Situmorang 

mengatakan, bahwa tujuan razia yang pernah di lakukan petugas gabungan dari Polrestro Bekasi dan Kodim 0509 serta Satpol PP di Tempat Hiburan Malam (THM) di wilayah Pulo Nyamuk dan Tenda Biru serta CBL maupun Kedaung agar THM tersebut tidak melakukan kegiatan, karena diduga berpotensi menimbulkan kerumunan,” kata Wakapolres Rickson.

“Operasi  Covid-19 dalam rangka Penegakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bersekala Micro, untuk mencegah tidak terjadi  penularan Covid-19,” ujar AKBP.Rickson.

Dalam kegiatan razia operasi  Covid-19 rangka Penegakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bersekala Micro tersebut, pernah dipimpin langsung oleh Wakapolres Metro Bekasi AKBP. Rickson P. Situmorang dan Dandim 0509 Letkol Kav Tofan Tri Anggoro serta Satpol PP melakukan razia pada Cafe-cafe yang ada di wilayah Pulo Nyamuk dan Tenda Biru serta CBL untuk mengantisipasi rasa aman dan nyaman bagi Masyarakat disaat menjelang Bulan Suci Ramadhan.

Wakapolres Metro Bekasi AKBP. Rickson P. Situmorang menegaskan, bahwa penutupan Tempat Hibura Malam / Cafe dan Panti Pijat adalah dalam rangka razia Covid-19 untuk Penegakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bersekala Micro agar dapat mencegah adanya penularan Covid-19, untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan menjelang Bulan Suci Ramadhan,” tegas AKBP. Rickson.

Dalam pantauan Wartawan, bahwa banyak Tempat Hiburan Malam (THM) yang masih beroperasi dan para pemandu lagu sedang melayani seolah-olah larangan tersebut dianggap angin lalu, karena diduga kuat di Beckingi oleh oknum Polisi dan Satpol PP si pemilik Cafe dan Panti Pijat, pasalnya banyak Cafe dan Panti Pijat yang berlokasi di Kecamatan Cibitung dan Cikarang Barat masih saja buka meski sudah di razia oleh Wakapolres, karena tidak menghiraukan larangan tersebut, diduga telah di Beckingi oleh oknum Satpol PP dan Polisi agar mereka tetap buka walaupun ada Covid-19 dan Penegakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bersekala Micro.

Saat pekerja THM di Cafe CBL di temui Wartawan berinisial RN mengatakan, Cafe di buka karena sudah ada informasi dari oknum Satpol PP maupun Polisi agar tidak usah takut, sebab kita sudah koordinasi dan bayar tiap Bulan,” kata RN kepada Wartawan.

Masih kata Inisial RN sebagai narasumber, soalnya cafe-cafe di Tenda Biru dan Pulo Nyamuk sering di datangi oknum Mandor dan Polisi serta Satpol PP untuk mengabil jatah Bulan dan Kami sebagai pekerja tidak takut, karena pemilik Cafe sudah bayar Keamanan tiap Bulan,” papar RN sebagai narasumber. 

Ditempat terpisah diwilayah Cafe CBL dan Kedaung, Kecamatan Cibitung dan Tambun Selatan saat di temui pekerja di Cafe yang berinisaial SS dan LN mengatakan, kalau razia di sini sering ketauan dari Keamanan jadi kami kerja gak takut, karena Mami sudah membayar tiap Bulan Rp 500 ribu sampai 1Juta per Bulan buat Keamanan disini,” kata mereka. 

Narasumber berinisial SS menjelaskan, sebenarnya dirinya takut ada razia seperti yang pernah di lakukan pekan lalu, karena sudah di bayar Keaman dan Satpol PP, kalau ada razia mereka yang akan memberitahukan lewat Group WA, maka Kami di sini tidak lagi merasa ketakutan,” jelas SS pada Wartawan.

Masi kata narasumber SS,  kalau di sini bang, yang saya alami ada yang ngasi tau dari Group WhastAap kalau ada razia dari Kepolisian atau Satpol PP, karena yang ngasi tau oknum Satpol PP dan oknum Polisi melalui Group WhastAap,” ungkap SS sebagai narasumber.

Dengan maraknya Tempat Hiburan Malam / Cafe dan Panti Pijat di Kabupaten Bekasi yang masih saja buka,  ini semua dapat diduga adalah Penghasilan para oknum Polisi dan Satpol PP yang bekerjasama dengan Mandor  melalui Group WhastAap, agar apa bila ada razia dari atasan Satpol PP maupun Kapolres Metro Bekasi terkait Razia dalam rangka penegakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bersekala Micro banyak pemilik THM / Cafe dan Panti Pijat mendapatkan bocoran atau pemberitauan kepada si Pemilik Cafe dan Panti Pijat dari oknum Polisi dan Satpol  PP agar Cafe- cafe jangan ada yang buka, karena tugas mereka sudah di bayar oleh si pemilik Cafe dan Panti Pijat.

Jul )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *