Radar 24jam

Radar Nusantara Group

Surat Edaran Pemerintah Kecamatan Kepulauan Tanakeke Terhadap Masyarakat Nelayan

Takalar, radar24jam.com

Upaya pemerintah Kabupaten Takalar khusus di wilayah Kecamatan Kepulauan Tanakeke melakukan kegiatan sosialisasi kepada para masyarakat nelayan sebagai wujud kepedulian dan perhatian pemerintah dalam rangka melestarikan dan melindungi ekosistem biota laut.

Kegiatan sosialisasi yang dilakukan dengan  penanda tanganan Surat Edaran tiga unsur dalam Musyawarah Pimpinan Camat (Muspincam) yakni Camat Kepulauan Tanakeke Mappaturung, S. Sos., Kapolsek Mappakasunggu AKP Muh. Natsir, S. Sos., dan Danramil Mappakasunggu Kapten Inf. Paharuddin, bertempat di Kantor Sekretariat Perwakilan Kecamatan Kepulauan Tanakeke, Sabtu (03/04/2021).

Menurut pernyataan bersama atas tiga unsur Muspincam, bahwa kepada para masyarakat nelayan, agar senantiasa memperhatikan kondisi cuaca di laut dalam melakukan penyeberangan dari Pulau Tanakeke ke Takalar muatan penumpang dan barang tidak melebihi kapasitas muatan perahu Jolloro. 

Selain itu, juga ditambahkan sesuai Surat Edaran dihimbau, agar tidak ada lagi aktiifitas bom ikan, bius ikan, pukat harimau dan penangkapan penyu dan lain-lain yang sifatnya melanggar hukum.

“menghimbau kepada seluruh Masyarakat yang ada diwilayah hukum kita, agar tidak ada lagi aktifitas Bom ikan, Bius ikan, pukat harimau, dan penangkapan penyu dan lain lain yang itu sipatnya terlarang dan melanggar Hukum”, harap Camat Tanakeke dan Kapolsek Mappakasunggu yang didapingi Danramil Mappakasunggu.

Adapun sebagai point himbauan yang disampaikan kepada para masyarakat nelayan di wilayah sekitar Kepulauan Tanakeke yakni:

1. Agar tidak menggunakan penangkap ikan secara instan seperti pukat harimau di area laut Kecamatan Kepulauan Tanakeke. 

2. Para nelayan dalam menangkap ikan tidak menggunakan bius atau bom di perairan laut Kecamatan Kepulauan Tanakeke. 

3. Agar setiap kepala desa gemar menanam terumbu karang yang berguna untuk anak cucu kita kedepannya. 

4. Agar semua masyarakat ikut serta dalam menanam dan melestarikan pohon mangrove sebagai tempat berkembang biaknya ikan dan kepiting sesuai Undang-undang No. 41 tahun 1999 tentang hutan.

Sesuai Surat Edaran yang disampaikan atas himbauan tersebut, bahwa setiap kepala desa membuat peraturan desa tentang perlindungan biota laut dan terumbu karang selambat-lambatnya setelah Surat Edaran ini dikeluarkan serta ikut dalam mengawasi para nelayan yang beroperasi di wilayah Kepulauan Tanakeke. 

Sebagai harapan, agar Bhabimkamtibmas dan Babinsa ikut serta menjaga dan mengawasi para nelayan yang merusak ekosistem laut, baik nelayan dari dalam maupun nelayan yang berasal dari luar wilayah.

Bahkan, diharapkan bagi para kepala desa harus menyampaikan Surat Edaran ini di tempat umum, di mesjid dan di tempat lain, agar diketahui seluruh lapisan masyarakat.

Sementara itu, sebagai maksud atas Surat Edaran tersebut, agar masyarakat nelayan tidak lagi melakukan pelanggaran yang dapat dikenai  sanksi pidana sesuai peraturan perundang-undangan tentang perlindungan flora dan fauna dan Undang-undang No. 32 tahun 2014 tentang Kelautan. 

Pada kegiatan tersebut hadir pula Babinsa Desa Mattiro Baji Serma. Eddy wilson, Binmas Mattiro Baji Bripka Kahar, Babinsa Tompo Tana Serda Dodik, Binmas Balangdatu Sertu. Muh Asdar, Binmas Rewataya Brigpol Abd. Wahid dan Babinsa Rewataya Kopda. Bakri.

(Rahmat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *