Radar 24jam

Radar Nusantara Group

Sorot radarjakarta.net Sidang Gugatan Perceraian Antri di Pengadilan Agama Kisaran

Asahan, radar24jam.com


Undang-Undang Perkawinan No 1 Tahun 1974.Pasal 39 tentang Perceraian.

Mhd Safi’i bin musa panggilan atan (45) tergugat perceraian dari Nurainun binti Kosim (41) penggugat terdaftar  Nomor: 640/pdt.G/2021/PA.Kis.

Alasan dokumen bukti pelaporan gugatan poin 1. Bahwa penggugat dengan tergugat adalah pasangan suaministri yang sah menikah pada hari jum’at 09 februati 2001masehi.

Dan telah terdaftar diKantor urusan Agama Kecamatan Medang deras, kabupaten Batu bara, sebagaimana Duplikat kutipan Akta Nikah Nomor: B.069/KUA.02.26.1/PW.01/03/2021 tertanggal 08 marer 2021.

Pantauan di Pengadilan Agama Kisaran, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera utara. Senin (05/04/2021) Puluhan suami Istri dalam antrian Gugatan Perceraian.

Beberapa orang ditemui rata-rata gugatan perceraian adalah gugatan dari  seorang istri terhadap suami.

Seperti.pemaparan warga kecamatan  air putih dan kecamatan Sei suka kecamatan, kabypaten batu bara mengatakan bahwa gugatan perceraian terhadap suami, akibat  para suaminya tidak bertanggung jawab terhadap kebutuhan hidup istri dan anaknya.

Bukan saja itu, sudah malas kerja bahkan minum-minuman keras alias mabok dan berjudi, dan ringan tangan, kalau  terus begini apa yang diharapkan dari suami.

Sementara kami tetap bekerja dan banyak dibantu orang tua dalam menghidupi keluarga, jadi nggak ada lagi alasan untuk mempertahankan berumah tangga, lebih baik berpisah dari pada bathin terus tersiksa,ujarnya.

Lain lagi penuturan warga kabupaten asahan menurutnya suaminya telah menikah lagi, untuk apa dipertahankan keluarga ini, lebih baik hidup sendiri bersama anak dari pada tersiksa lahir dan bathin.

Apakah setelah berpisah akan mencari ganti, Af tersenyum tersipuh, untuk sementara berpikir menenangkan diri, belum ada terpikirkan mencari pengganti, ungkapnya.

Terpisah..! Mhd safi’i   bin musa (LK)  panggilan atan (45)   suami dari Nurainun binti Kosim (41) sudah.memiliki dua orang anak. awalnya menikah tahun 2001. Namun perkawinannya pernah kandas di sepuluh tahun yang lalu, dan kami berpisah dan saling menikah mendapatkan  pasangan masing-masing.

Rupanya pernikahan kami masing-masing tidak berusia panjang dan kami kembali menjalani tanpa pasangan, akhirnya kami dalam satu tahun perpisahan dan masing-masing sudah pernah menikah, akhirnya dipertemukan kembali dan menikah kembali, menjadi suami istri, Pernikahan kami tidak pernah tercatat di KUA, hanya menikah dirumah alias Nikah Sirih.

Ditahun 2021 ini bahtera rumah tangga kami kembali mendapatkan cobaan, istri ku Nurainun binti kosim (Pr) (41) melakukan gugatan cerai di Pengadilan Agama kisaran.

Saya terus mengikuti gugatan cerai ini, dan sudah dua kali.mengikuti sidang. hari ini senin (05/04/2021) hadir dipengadilan Agama kisaran yang ketiga kalinya.

Berharap kalau pun nantinya terjadi perceraian ini, maunya  harta gono gini yang ada dibagi.jangan seperti dulu pada saat kami berpisah hanya dibagi uang sebesar Rp.5.000.000. 

Perpisahan kali ini saya pertanyakan tentang tanah pembelian kami, memang tanah tersebut beli dari orang tuanya, itu kan hasil uang kami bersama untuk membeli/membayar tanah tersebut.

Rasanya sudah malas untuk bersama lagi, sebab aku pun diusir bahkan pernah di tusuk pisau, aku malas melawan, kasihan sama anak-anak, jadi mengalahlah, terkait tusukan pisau. kalau dilaporin kepolisi nanti bagaimana dengan anak-anak. Ujar Mhd Safi’i bin musa panggilan  atan (45).

Kami tinggal di dusun tasak baru, desa lalang kecamatan medang deras, 
Kabupaten Batu bara, ujarnya(Sp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *