Radar 24jam

Radar Nusantara Group

Kasek SD Negeri 16 Desa Antara Di Duga Mark Up Dana BOS Untuk Belanja Covid -19.

Batu Bara, radar24jam.com


Sesuai Undang – Undang nomor 20 Tahun 2021 sebagai perubahan atas Undang – Undang nomor 20 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, namun ancaman tersebut tidak membuat pelaku koruptor takut dan jera, seperti yang terjadi di SD Negeri 16 Desa Antara,  NPSN : 10203931, kecamatan Lima Puluh, kabupaten Batu Bara.

Menurut sumber yang enggan namanya di publikasikan, kepada Radarjakarta Net mengatakan telah terjadi dugaan tindak pidana korupsi pada penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) tahun 2020 di SD Negeri 16 Desa Antara, Kamis (01/04/2021).

Lebihlanjut sumber menyebutkan bahwa belanja bahan untuk Covid di sekolah yang menggunakan dana BOS tahun 2020 di duga telah di Mark Up oleh kepala sekolah (Kasek).   Belanja barang untuk keperluan Covid di sekolah seperti Wastafel cuci tangan, Hand Sanitazer, alat pengukur panas dan barang lainnya di duga telah di Mark Up. Tidak semua barang yang tertera pada pertanggung jawaban dana BOS 2020 di belanjakan.

“Bahan – bahan untuk Covid sekolah hanya separuhnya saja yang di belanjakannya,” ujar warga tersebut.

Sedangkan Mestam saat di konfirmasi Radarjakarta Net mengatakan,  dirinya lebih memilih untuk mengundurkan diri sebagai Komite karena dirinya takut terlibat Mark Up belanja barang keperluan Covid – 19 sekolah.

Saat dikonfirmasi via seluler di tautan nomor 0813 9767 1xxx, Kasek SD Negeri 16  Desa Antara Mahyudin Syaf Ritonga belum belum aktif.

Hingga Rilis berita ini di sampaikan Kemeja Redaksi Radarjakarta Net, tanggapan dari  pihak – pihak terkait seperti K3S kecamatan Lima Puluh dan Kadisdik Batu Bara belum dapat dikonfirmasi.(Rizal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *