Radar 24jam

Radar Nusantara Group

Kasek SDN 091695 Afdeling III Mayang Berikan Klarifikasi Dugaan Pungli SPP.

Simalungun, radar24jam.com


Dengan pertimbangan bahwa praktik pungutan liar (Pungli) telah merusak sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, pemerintah memandang perlu upaya pemberantasan secara tegas, terpadu, efektif, efisien, dan mampu menimbulkan efek jera. Dalam upaya pemberantasan pungutan liar itu, pemerintah memandang perlu dibentuk satuan tugas sapu bersih pungutan liar.

Atas dasar pertimbangan tersebut, Presiden Joko Widodo pada 20 Oktober 2016 telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar, yang selanjutnya disebut Satgas Saber Pungli.

Menurut Perpres ini, Satgas Saber Pungli mempunyai tugas melaksanakan pemberantasan pungutan liar secara efektif dan efisien dengan mengoptimalkan pemanfaatan personil, satuan kerja, dan sarana prasarana, baik yang berada di kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah.

Setelah dua kali di terbitkannya pemberitaan pada media online  tentang adanya dugaan pungutan SPP bagi 109 Siswa SDN 091695 afdeling III Mayang, kecamatan Bosar Maligas, kabupaten Simalungun, akhirnya kepala sekolah (Kasek) R. br Manullang mengundang seluruh wali murid, Komite dan  Kepala Desa Sido Mulyo untuk memberikan klarifikasi atas pemberitaan tersebut, Senin ( 29/03/2021).

Setelah melaksanakan rapat bersama Komite dan wali murid, R.br Manullang menemui Radarjakarta Net untuk memberikan klarifikasi. Menurutnya, sesuai kesepakatan Komite dan wali murid, mulai hari ini dirinya menolak bantuan sukarela dari wali murid  sebesar Rp. 10.000. 
/  bulan yang di peruntukkan bagi guru – guru honor di sekolah tersebut.

“Sesuai hasil kesepakatan dengan seluruh wali murid dan Komite, saya putuskan menghentikan dan menolak  semua sumbangan dari wali murid untuk guru honor di sini,” ujarnya.

Dirinya berharap kepada semua guru honor agar selalu dan tetap bersemangat dalam mengajar dan memberikan ilmu yang bermanfaat  kepada semua murid di sekolah tersebut.

” Meski dengan honor seadanya dari dana BOS, harapan saya agar kalian semua tetap semangat mengajar di sekolah ini,” katanya pada guru honor.

Sedangkan Komite Sekolah, Poniman kepada  Radarjakarta Net mengatakan meski wali murid tidak keberatan memberikan sumbangan, namun dirinya tidak dapat memaksa Kasek untuk menerima sumbangan tersebut.

” Meski semua Wali murid bersikeras untuk terus memberikan sumbangan, namun Kasek tetap menolak menerima sumbangan tersebut,” ujarnya.(Rizal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *