Radar 24jam

Radar Nusantara Group

Masih Terjalin..! Alumni SMP YPP7 Dumai, @87 Beri Tali Asih Mantan Guru Olahraga HENDRATNO

Dumai, radar24jam.com

Ikatan batin antara murid dan guru semangnya tidak pernah putus.
Tak dinafikan, keberadaan setiap orang saat ini, yang pernah menjalani pendidikan formal (Sekolah) tidak lepas dari peranan seorang GURU.
Berdasarkan historis tersebut, maka sudah jelas seorang alumni akan berterima kasih kepada mentor/guru nya. 
Demikian pula, para alumni SMP YPP7 Dumai @87, dengan jumlah ratusan hingga ribuan, yang terserak dari Sabang sampai Merauke, bahkan sampai ke negara/benua lain.
Saat ini, salah satu mantan guru SMP YPP7 Dumai yang pernah mengajar mata pelajaran Olahraga dari tahun 1977 hingga 2014, Pak HENDRATNO (68 Thn) mengalami gangguan kesehatan, berupa sakit jantung.
Respon pun berdatangan. Alumni 87 secara kolektif mengumpulkan donasi.

Jumat sore (27/03/2021) usai Sholat Ashar, di wakili Anggraini Syahputri, Ike Rampengan dan jurnalis RADARJAKARTA.NET sendiri, yang memang salah satu pribadi hasil didikan Pak HENDRATNO, menyambangi kediaman beliau.
Dengan ramah dan senyum manis, Pak HENDRATNO di dampingi Sang Istri, menyambut kedatangan mantan murid nya.
“Aduh saya lupa namanya. Ini siapa ya..?,” heran Pak HENDRATNO, senang campur penasaran dengan mimik wajah mencoba mengingat.
“Bapak HENDRATNO wajar kalau tidak ingat lagi pada kami. Maklum jumlah yang sudah di tempa ada ratusan bahkan ribuan. Tapi kami sebagai anak murid lah yang harus tidak boleh lupa pada Bapak,” balas jurnalis dengan hormat.
Walau terlihat tegar berdiri menyambut, tapi bahasa tubuh tampak lemah.
Sang Istri (62 Thn) bercerita bagaimana upaya pengobatan yang di lakukan demi pemulihan Pak HENDRATNO.

“Bahkan sudah ratusan juta biaya yang habis. Sebab harus ditangani dokter ahli,” buka cerita Sang Istri, bergetar.
Pak HENDRATNO menerangkan status diri nya sebagai tenaga pengajar di Yayasan Putri Tujuh Pertamina saat pensiun.
“Saat pensiun, kami menerima uang pesangon. Jadi sejak saat itu tidak menerima uang pensiunan bulanan, seperti PNS atau BUMN,” cerita Pak HENDRATNO mengenang.
Sang Istri juga bercerita bagaimana kehidupan mereka saat ini semakin berat menjalani.
Anak bungsu mereka juga mengalami sakit yang sama. Sehingga tidak bisa bekerja.
“Tapi kami tetap bersyukur. Saat ini kondisi fisik Bapak semakin baik. Beberapa minggu lalu wajah nya pucat, sekarang sudah semakin merah, pertanda aliran darah nya mulai pulih,” optimis Sang Istri.
Usai panjang lebar bercerita, perwakilan Alumni kemudian memberikan sejumlah donasi yang sudah terkumpul.
“Jangan lihat jumlahnya, tapi pandanglah ketulusan hati kami karena terpanggil dengan keadaan Bapak saat ini,” ungkap Putri, di amini Ike.
“Terimakasih kami ucapkan kepada anak-anak saya, yang masih mengingat keberadaan saya sekarang. Biar Tuhan YME membalas kebaikan anak ku semua, kami juga di rahmati kemurahan,” balas Pak HENDRATNO yang memiliki 3 orang anak ini haru.
Menurut Pak HENDRATNO, perwakilan Alumni SMP YPP7 @88 juga sudah pernah datang berkunjung bersilaturahmi ke rumah tersebut.
Tepat pukul 17.00 WIB, para alumni beranjak meninggalkan rumah Pak HENDRATNO, yang tampak kondisi permukaan halaman rumah lebih rendah dari jalan, karena sekeliling rumah sudah di tembok untuk menahan masuk nya air pasang laut (Rob).
Pulang dari kediaman Pak HENDRATNO, para Alumni lanjut bezuk ke kediaman sesama Alumni Merry Rumita, untuk menyampaikan ucapan Takziah, karena beberapa waktu sebelumnya, ia di tinggal pergi selamanya oleh Sang Suami.

(ES)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *