Radar 24jam

Radar Nusantara Group

STOP DESTRUCTIVE FISHING DI PULAU SOMBORI, MENUI KEPULAUAN. KKP SOSIALISASI PENGGULANGAN DESTRUCTIVE FISHING, DI PERAIRAN MOROWALI, SULTENG

Morowali, radar24jam.com

Terobosan baru dalam kunjungan di Pulau Sombori, Desa Mbokita, Kec. Menui Kepulauan Kab. Morowali, Sulawesi Tengah. Pelaksanaan sosialisasi dalam mengambil Tema.
“Kampanye Dan Edukasi Penanggulangan Destructive Fishing Kerja Sama Menuju Indonesia Bebas Bom Dan Racun Ikan”.

Dalam rangka mempertegas penjagaan di perairan laut Morowali, kementrian kelautan dan perikanan (KKP) melalui direktorat jendral (Ditjen) pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan (PSDKP) melakukan sosialisasi berkala di wilayah perairan laut Kab. Morowali, Sulteng. 23/03/2021.

“PSDKP senantiasa melahirkan kebijakan yang humanis dalam menata pengelolaan perikanan nasional, yang menjadi arahan menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono” ujarnya.

Di rektur pemantauan operasi armana (POA) Pung Nugroho Saksono mengatakan, bahwa saat ini KKP secara rutin menangani ilegel fishing tak hanya itu masalah lainnya, adalah destructive fishing yang di lakukan nelayan lokal dengan cara pengeboman dan pembiusan ikan dan hancurnya habitat laut.

Lanjut kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat nelayan, pentingnya menjaga terumbu karang sebagai rumah ikan, serta laranagan penangkapan ikan dengan menggunakan Bom dan Racun.
Di jelaskan bahwa PSDKP memiliki moto nusantara lestari jaya, pihaknya terus berupaya menjaga kelestarian ekosistem laut yang berkelanjutan, agar sumber daya ikan tetap terjaga.

KKP juga melakukan sosialisasi secara berkala dari rumah kerumah para nelayan dan memasang himbauan “STOP BOM DAN BIUS IKAN” inilah yang di sebut humanis dapat merangkul serta menyadarkan mereka betapa pentingnya biota laut sama-sama kita jaga. Jelas.

Ia berharap sinergi harus di bangun oleh pemerintah daerah mengingat perairan Morowali memiliki potensi sumber daya yang melimpah dan dapat menjadi daya tarik untuk kemajuan perekonomian dan parawisata.

Ucapan terima kasih kepada Wakil Bupati Morowali, TNI angkatan laut (AL) polair, dan muspida setempat, yang memiliki peran strategis untuk bersama menjaga laut Morowali.

Dan setiap orang dengan sengaja di wilayah pengelolaan perikanan RI melakukan penangkapan ikan atau pembudidayaan ikan dengan menggunakan bahan kimia, bahan biologis, bahan peledak, alat dan atau cara atau bangunan yang dapat merugikan dan atau membahayakan kelestarian sumber daya ikan dan atau lingkungan maka akan di pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda Rp 1.200.000.000.
Secara tegas KKP memperingatkan kepada masyarakat melalui undang-undang nomor 31 tahun 2004. Tentang perikanan, pada pasal 84 ayat 1 terkait sanksi pidana yang sengaja melakukan pelanggaran.

Dengan adanya kegiatan agenda kampanye dan edukasi STOP DESTRUCTIVE FISHING akan berlangsung selama 4 hari, 23 s.d 26 maret 2021.

Kami dapat memberikan apresiasi kepada Komdan Kp. Orca, 04. Kp. HIU 02 dan Kp. HIU 05 atas dedikasi dan kerja sama untuk mencerahkan masyarakat nelayan, agar tak menggunakan alat penangkap ikan (API) yang tak ramah lingkungang dan merusak biota laut” harapan Nugroho.

Laporan Rpd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *