Radar 24jam

Radar Nusantara Group

9 Bulan Laporannya Tak Kunjung Progres, Astuti Rasid Mengancam Kasus Korupsi di Desa Tawa,Kastim Akan DiLaporkan Ke KPK

Labuha, radar24jam.com

Sebanyak dua kali DPRD Kabupaten Halmahera Selatan menyurati Lembaga Inspektorat dengan No surat 170/086/2021 agar segera membentuk tim audit khusus investigasi terkait dugaan kerugian negara pada pagu anggaran 2017 dan 2018 yang terjadi di Desa Tawa,Kec,Kasiruta Timur.Kab,Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara diduga tidak ada progres yang jelas.Selasa,23-03-2021

Astuti Rasid Pada Saat di konfirmasi awak media menjelaskan bahwa dirinya telah berulangkali bolak balik ke Kejari dan Inspektorat tapi sampai detik ini belum mendapatkan kepastian hukum terkait dugaan pelanggaran tindak pidana korupsi yang di lakukan oleh Kepala Desa Bahtiar Hi.Hakim pada periode 2019 terdapat temuan sebesar Rp.421,612,829-52 pada LHP Inspektorat.

“Saya sudah bolak balik ke Inspektorat dan Kejari mempertanyakan progres hukum bahkan telah menyerahkan dokumen LHP kerugian negara pada pagu anggaran 2019 soal temuan Inpspektorat ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Halmahera Selatan bagian Kapitsus maupun Kasintel tapi sampai detik ini belum ada kejelasan”.

Astuti yang biasa disapa Tuti berperan selaku Kordinator Masyarakat Desa Tawa, satu-satunya wanita progresif yang hampir tak pernah surut dan pantang menyerah sekalipun berjuang sendiri mengawal pelanggaran hukum yang terjadi di Desanya.

Euforia tentang zona integritas lembaga penegak hukum menurutnya hanyalah sebuah slogan semata tanpa implementasi maksimal atau setidaknya mampu bekerja sesuai harapan masyarakat.

“Saya terkadang merasa skeptis dan pesimis terkait proses penegakan hukum dinegeri ini, dimana implementasinya sangat kontradiksi objektif dengan slogan anda memasuki kawasan zona integritas”.Pungkasnya

Lanjut beliau (Astuti) menjelaskan sudah berulang kali menghampiri Lembaga Inspektorat maupun Kejari Kab,Halmahera Selatan, tidak hanya tatap muka dengan pegawainya tapi juga ketemu langsung dengan unsur pimpinan di ruang kerjanya.

“Laporan saya hanya terlihat dicatat tapi belum juga ditindak lanjuti pemeriksaannya kedesa,sayapun dijanjikan untuk Desa Tawa kami akan bentuk tim investigasi dan turun audit dua tahun anggaran yang belum di audit yakni tahun anggaran 2017 dan 2018 tapi sampai hari ini belum juga dilaksanakan”.Cetusnya

Secara terpisah pihak Inspektorat waktu dihubungi awak media via Japri Whatssap disuruh langsung saja ke kejaksaan halsel.setelah pihak kejaksaan di konfirmasi ke salah satu stafnya lewat whatssap, disuruh langsung ke kasintel. sebanyak dua kali awak media ke ruang kerjanya antara tgl 22 & 23 Maret 2021 yang bersangkutan tidak ditemukan ditempat kerja sampai berita ini terbit.

Ibu Astuti waktu diminta respectnya terkait keterangan pihak kejaksaan halsel mengatakan “jika kasus ini berbelit-belit dan tidak on progres beliau mengancam akan melaporkan ke KPK Pusat”.(Saha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *