Radar 24jam

Radar Nusantara Group

Miris sekali, Antar Jenazah gunakan Sampan manual, Dusun Cinta Beringin harapkan Jembatan.

Sanggau, radar24jam.com

Dalam menanggapi tentang adanya warga yang mengantarkan jenazah ke TPU menggunakan Sampan atau Perahu di Dusun Cinta Beringin, Desa Sebungkuh, Kecematan Kembayan, Kabupaten Sanggau, KalBar.

Menurut Camat Kembayan Sandoro Atmojo, saat di temui di kediamannya, mengatakan sangat perlunya perhatian khusus dari pemerintah Daerah, Provinsi, maupun Pusat. Dalam hal ini untuk segera memberikan akses berupa Jembatan gantung. Sebab di pandang sangat perlu sekali, karena salah satu akses jalan menuju kuburan di Dusun itu, dan juga

akses jalan menuju perkebunan atau pertanian, serta nantinya sebagai pengembangan pemukiman penduduk sebab di sana dulunya adalah sebuah kampung, karena tidak ada akses, warga berpindah ke seberang sini yang menjadi Dusun sekarang.  

dirinya berharap agar pembangunan jembatan gantung dapat segera direalisasikan. Sehingga, mobilitas masyarakat dalam mengangkut hasil perkebunan menjadi lancar dan aman. Terutama bila ada warga yang meninggal, tidak lagi mengalami kesulitan untuk menyeberangkan Jenazahnya. Salah satu kesulitan dalam penyeberangan Jenasah adalah saat air Sungai Sekayam pasang, apalagi kalau airnya besar dan berpotensi banjir sangat-sangat sulit sekali untuk menyeberangi sungai Sekayam tersebut.

Tujuan pembangunan suatu jembatan adalah untuk memperlancar arus lalu lintas guna mendukung peningkatan pembangunan di segala bidang yang meliputi bidang perekonomian, pertanian, perkebunan dan lain-lain. Oleh karena itu pembangunan jembatan gantung  tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat di sekitarnya karena di seberang sana banyak lahan pertanian milik warga yang terdiri dari Dua Desa, yaitu Desa Sebongkuh dan Desa Kuala Dua,”ungkapnya.

Di tempat terpisah, Ados selaku kepala Desa Sebongkuh terpilih saat di temui di rumahnya, ia selaku Kades yang baru sangat prihatin melihat kondisi warganya yang masih tergantung dengan penyeberangan perahu untuk mengantarkan Jenasah ke TPU yang berada di seberang sungai Sekayam. Ia juga mengatakan, di pandang sangat perlu adanya perhatian khusus dari pemerintah Kabupaten, Provinsi maupun Pusat, perlu melihat kondisi masyarakat yang seperti itu. Untuk itu harus ada yang di buat untuk masyarakat. Kita dari pemerintah Desa akan mendorong untuk di bangunnya Jembatan gantung.

“Nanti kita akan dorong dengan pengajuan dari pihak Dusun, melalui musyawarah, dari tingkat Dusun, Desa sampai Kecamatan. Semoga nantinya pihak pemerintah bisa tanggap atas pengajuan itu dan bisa mendengar keluhan dari masyarakat yang berada di wilayah Desanya tersebut,” ucap Ados.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *