Radar 24jam

Radar Nusantara Group

Dishub Cimahi Terapkan Tarif Parkir Baru

Cimahi, radar24jam.com

Pemkot Cimahi secara resmi menerapkan  tarif parkir tepi jalan di Kota Cimahi.retribusi parkir tepi jalan (on streat) itu seiring dengan telah terbitnya Peraturan Wali Kota Cimahi Nomor 7 Tahun 2020, yang salah satunya mengatur soal tarif parkir.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi, Hendra Gunawan mengatakan, kenaikan tarif parkir hingga 100% itu berlaku bagi kendaraan roda dua (sepeda motor) maupun roda empat (mobil) pribadi maupun mobil box. Kenaikan ditujukan untuk meningkatkan pelayanan parkir di Kota Cimahi yang sudah lama tidak ada penyesuaian tarif.

“Kenaikan tarif retribusi parkir acuannya ke Peraturan Wali Kota Cimahi Nomor 7 Tahun 2020. Kami akan sosialisasikan ini ke masyarakat juga supaya mereka tidak bertanya-tanya,” katanya, Selasa (2/3/2021).

Kenaikan tarif untuk kendaraan bermotor roda dua dari asalnya Rp1.000 kini menjadi Rp2.000. Sedangkan untuk kendaraan roda empat dari asalnya Rp2.000 kini menjadi Rp4.000, sementara untuk mobil box dari asalnya Rp2.500 kini menjadi Rp5.000.

“Sosialisasi ini akan dijalankan selama kurang lebih satu minggu ke depan, termasuk juga sosialisasi tentang lokasi-lokasi yang tidak boleh dipakai untuk parkir umum,” ungkapnya..

Kepala Bidang Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Dessy Setiawati menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan mengganti papan pengumuman tarif parkir di Kota Cimahi.

“Seminggu ini kita sambil sosialisasi, kita ganti juga papan pengumuman tarif parkirnya,” ujarnya.

Ia mengatakan, kenaikan tarif parkir tersebut berdampak terhadap target retribusi dari sektor parkir tepi jalan tahun ini. Tahun ini, kontribusi dari sektor retribusi parkir di Kota Cimahi ditargetkan mencapai Rp 1,2 miliar yang masuk ke dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Iya memang targetnya kita naikan jadi Rp 1,2 miliar tahun ini,” terangnya.

Tahun lalu, target dari retribusi parkir tepi jalan umum di Kota Cimahi hanya Rp. 433.093.000. Realisasi penerimaan retribusinya hingga akhir tahun mencapai Rp 438.007.000 atau 101,13 persen.                             

“Jadi surplus Rp 4.914.000,” ucapnya.

Salah seorang warga Cimahi, Wawan (35), mengaku mendukung langkah yang dilakukan Pemkot Cimahi. Dia meminta kebijakan kenaikan tarif parkir harus diikuti oleh peningkatan pelayanan dari juru parkir.

Sebab terkadang ada jukir yang ketika kendaraan datang parkir tidak ada, tapi pada saat akan pulang tiba-tiba muncul dan meminta bayaran.

“Kenaikan harus diimbangi dengan pelayanan. Juru parkir harus punya tanggung jawab, minimal menjaga dan mengatur tempat parkir supaya tidak semerawut.

“Misalnya, ketika ada yang kesusahan keluar dari parkiran, jukir bisa membantu menggeserkan motor yang menghalangi, dan yang lain-lainnya,” terang pegawai swasta yang sehari-hari memakai motor ini,” sambungnya. 

R. Harry KP.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *