Radar 24jam

Radar Nusantara Group

Pengadilan Negeri Muara Enim Gelar Sidang Lapangan P.T BSP

Muara Enim, radar24jam.com

Pengadilan Negeri Muara Enim Gelar Sidang Lapangan P.T BSP.PN Menggelar sidang lapangan sebagai sidang lanjutan,  terkait perkara gugatan PT Bumi Sawindo Permai (BSP) pada seorang Warga Desa Darmo, Evanizar (45) Kecamatan Lawang Kidul, Muara Enim terkait lahan yang di kleim miliknya masuk di lahan Hak Guna Usaha (HGU) PT BSP).
Pantauan dilapangan sidang lapangan PN Muara Enim berjalan dengan alot. Kedua belah pihak baik penggugat dan di gugat hadir dalam sidang lapangan ini beserta pihak terkait lainya dan warga setempat, Jum’at (26/02/2021)
“Dalam kesempatan tersebut, Hakim Anggota PN Muara Enim Haryanto Das’at SH MH membenarkan, bahwa kegiatan ini merupakan sidang lapangan. Yang dihadiri oleh para kedua belah pihak dalam sengketa lahan antara PT BSP dengan salah satu Warga Desa Darmo.
“Dengan ini kelapangan kita melihat titik-titik lahan sengketa dari kedua belah pihak yang bersengketa,” tuturnya.Menurutnya, dalam sidang ini nantinya akan dilanjutkan persidangan Minggu depan. Dimana, ini sebagai data  sesuai fakta-fakta atau memastikan lahan dilapangan yang didapat dari sidang lapangan untuk menarik kesimpulan dari ke dua belah pihak yang bersengketa.

” Selain itu, dari pihak Pengecara Tergugat Rahmasyah SH mengatakan, ini merupakan sidang lapangan, bahwa hari ini pihaknya bersama dengan penggugat PT BSP beserta majelis hakim melaksanakan pemeriksaan setempat terhadap objek sengketa.
“Kami sudah memperlihatkan kepada majelis hakim bahwa di seputaran objek sengketa yang dilihat tidak ada tanaman-tanaman militeristik yang ada adalah tanaman karet di masyarakat seluas lebih kurang 150 hektar tidak ada satupun anggota yang meyakini mengetahui bahwa Tanah ini ada tanaman PT BSP,” tegas Rahmasyah.
Harapannya, bahwa pihaknya berkeyakinan bahwa lahan yang di gugat ini adalah milik masyarakat. Dalam hal ini, ia selaku tergugat bahwa ia berkeyakinan lahan ini belum pernah diganti rugi oleh perusahaan yang katanya sudah diganti rugi pada 1990-1993.
Sementara itu, dari pihak Pengecara PT BSP selaku penggugat  mengatakan, sebelumnya pernah dilakukan sidang lapangan, namun karena kendala cuaca sedang hujan, maka pada hari ini dilaksanakan. Dan, ini bukan penentu lahan siapa yang punya, tetapi untuk melihat objek dan titik-titik lokasi lahan yang dipermasalahkan.

“Kita melihat kelapangan, agar dapat menemukan objek sesuai dengan gugatan kita. Jadi, akan lebih jelas siapa yang masuk area lahan yang digugat oleh PT BSP,” pungkasnya. (Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *