Radar 24jam

Radar Nusantara Group

PEMKAB PALI, BANGUN DANAU RATUSAN MILIAR TIDAK MANFAAT, ENGGAN BANGUN JEMBATAN KEPERLUAN WARGA

Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), radar24jam.com

Kalau melihat keadaan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) setelah berumur 9 tahun memang perencanaan Pembangunan di Bumi Serepat Serasan ini terkesan tidak mengacu kepada kepentingan masyarakat Kabupaten PALI. 

Jangankan untuk kawasan kawasan yang berada jauh dari pusat Pemerintahan Kabupaten PALI Pendopo Talang Ubi..Bahkan kawasan yang masih didalam Ibukota Kabupaten PALI pun luput dari perhatian Pemkab PALI. 

Terbukti Kabupaten ini, dalam APBD nya berani menganggarkan revitalisasi danau dan normalisasi sungai beratus ratus Miliar yang sampai saat ini dianggap tidak bermanfaat. Namun membangun pasilitas yang diusulkan dan dibutuhkan masyarakatnya dipandang dengan sebelah mata. 

Salah satu contoh, Sebuah Jembatan  yang berlokasi di Sungai Lengkuas Kelurahan Talang Ubi Selatan Kecamatan Talang Ubi. 

Jembatan Sungai Lengkuas ini kondisinya saat ini sudah rusak parah dan sangat memprihatinkan bila dilalui warga. 

Menurut warga, jembatan jadul ini sudah diusulkan warga ke Pemkab PALI. Karena jembatan Sungai Lengkuas ini sangat penting bagi sekitar 500 warga yang menggunakan jembatan ini setiap hari. Mirisnya lagi alasan yang diberikan Pemkab PALI ketika warga menanyakan adalah Belum ada anggaran. 

Karena tak kunjung mendapat perhatian Pemkab PALI. Akhirnya warga pun mengambil inisiatip untuk segera memperbaikinya secara swadaya dan gotong royong. 

” Kami benar benar kecewa kepada Pemerintah kabupaten PALI yang tak kunjung memperbaiki jembatan sungai Lengkuas ini ” Ujar Atun, salah seorang warga kelurahan Talang Ubi Selatan Kecamatan Talang Ubi yang sehari hari mesti menggunakan jembatan ini untuk melakukan aktivitasnya. 

” Jembatan Sungai Lengkuas ini sudah yang rusak parah dan sulit di lalui kendaraan. Maka dari itu, kami turun tangan untuk memperbaiki jembatan di sungai lengkuas tersebut ” Terang Atun, Kamis (25/02/2020).. 

” Kami warga yang ada disini merasa seperti di anak tirikan oleh Pemkab Pali. Lihat saja jembatan Sungai Lengkuas ini, hampir roboh. Ada sekitar 500 orang warga yang mengunakan jembatan ini setiap harinya ” Terang Atun lagi. 

” Padahal proposal pembangunan jembatan Sungai Lengkuas ini sudah kami ajukan, namun tak kunjung di perbaiki oleh dinas PU PALI..Kalau kami tanyakan Jawab mereka belum ada anggaranya. Masa ia anggaran Pemkab PALI yang besar tidak mampu memperbaiki jembatan yang panjangnya cuma 6 M dan lebar hanya 5 M tersebut ” Atun mengeluh. 

Karena kata Atun, bila jembatan ini tidak segera diperbaiki, bila terjadi putus, bukan hanya bisa membahayakan warga yang berlalu lalang dijembatan itu. Tapi juga akan melumpuhkan aktivitas warga yang sehari hari nya bermata pencaharian sebagai petani karet. 

” Dari pada menunggu dibangun Pemkab Pali yang tidak pasti kapan bisa memperbaiki jembatan ini. Mending kami perbaiki sendiri ” Maka saya sendiri turun tangan untuk memperbaiki jembatan sungai lengkuas ini. ”ucap Atun. 

Atun mengatakan untuk memperbaiki jembatan tersebut selain swadaya warga dengan gotong royong, juga dibantu oleh pihak PT. Pertamina. 

” Alhamdulillah mereka memberikan bantuan berupa pipa. Namun untuk alat berat dan uang rokok para pekerja yang memasang pipa ini uang pribadi saya sendiri. ini saya lakukan karena untuk kepentingan umum ” Ujar Atun. 

Dijelaskan Atun, jembatan sungai lengkuas ini menghubungkan akses jalan tebing delima. Juga untuk di ketahui oleh Pemkab PALI bahwa jalan menuju tebing delima yang panjangnya cuma sekitar 2 km sekarang juga rusak parah. 

Jalan Tebing Delima tersebut sangat membahayakan pengendara jika hujan turun. Karena jalan tersebut jadi licin dan berlumpur, juga diakses jalan itu banyak lobang yang tettutup air sehingga pengendara terjebak. 

” Ya kami juga minta Pemerintah Kabupaten PALI melalui Dinas terkait untuk segera menganggarkan pembangunan jalan cor menuju Tebing Delima, Pemkab PALI jangan tutup mata ” Harap Atun. (Khair)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *