Radar 24jam

Radar Nusantara Group

Lembaga PC KCBI Batu Bara akan Klarifikasi ke PMD, terkait Dana Desa untuk Betor

Batu Bara, radar24jam.com

Monitoring PC Lembaga Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia Batu Bara Kerja sama dengan PP KCBI Jakarta, ada menemukan data SPJ penggunaan anggaran dana desa tahun 2019  pengelolaan tempat Sampah Rp.26.000.000, faktanya becak bermotor pengangkutan sampah.
Agus Sitohang Ketua KCBI Batu bara bersama Pembina Robert Simanjuntak.SH menyampaikan hasil Investigasi di aula sekretariat.PC KCBI Baru bara, jalan Acces Road PT.Inalum desa Pakam raya selatan, kecamatan medang deras, kabupaten Batu bara, Provinsi Sumatera utara, Sabtu (6/02/2021). 
Agus Sitohang mengatakan, dalam temuan Penggunaan anggaran dana desa tahun 2019 data yang kita miliki hasil SPJ dari141 desa di kabupaten Batu bara, SPJ disebutkan Tempat pengelolaan sampah, sementara hasil monitoring dilapangan yang  dimaksud tempat pengelolaan sampah adalah.
Becak pengangkut sampah, memakai Sepeda motor jenis merk Revo dan gerobak tempat sampah, bisa kita sebut becak bermotor pengangkutan sampah.
Bahwa Monitoring kita dilapangan, betor tersebut tidak ada memasang No.Polisi Kenderaan bermotor, karena itu menggunakan anggaran dana desa atau uang Negara, seharusnya No.Polisi dipasang, agar masyarakat tau, bahwa betor tersebut kenderaan roda dua jenis merk Sepeda motor Revo no polisi BK…..sehingga masyarakat mengetahui dengan jelas aset desa.
Dari hasil klarifikasi kepada beberapa kepala desa, bahwa penggunaan dana desa untuk pembelian betor seakan bukan hasil keputusan desa, melainkan adanya petunjuk, sebab menurut kepala desa betor didatangkan dari Kabupaten, bukan  karya anak desa atau Pekerja tukang las desa masing-masing.
Terkait hal ini kita akan tindak lanjuti ke dinas PMD Batu bara, ujar Agus Sitohang.
Robert Simanjuntak.SH, dari LPPNRI dan Pembina KCBI mengatakan Becak tersebut belum menjadi skala prioritas diseluruh desa sekab.Batu bara dan hal pengadaan becak tersebut dapat dinilai tidak selaras dengan program OPD BLH yang tujuannya pada peningkatan PAD Kab.Batu bara dan setiap desa belum mempunyai Tempat Pembuangan Sampah (TPS). 
Kiranya Pemkab Batubara melalui Dinas PMD dalam menyikapi penggunaan dana desa harus dapat mengevaluasi mana skala prioritas dan mana yang tidak, jangan asal menganggarkannya, ujar Robert.
Lanjut Robert.terkait hal tersebut diminta agar pemkab atau Dinas PMD dapat melakukan koordinasi dengan seluruh desa tentang pengklasifikasian kegiatan didesa dan kegiatan kabupaten supaya ADD/DD lebih fokus pada tujuan pembangunan serta kemandirian desa,  jangan nantinya didapatkan tumpang tindih anggaran dialokasi yang sama, atau lebih jelasnya kegiatan kabupaten tidak menjadi keharusan didesa. 
Maksud dalam hal ini Pemkab/Dinas PMD  dan Desa harus sudah mempunyai data yg akurat sesuai profil desa, mana yang disebut jalan desa, mana jalan kecamatan, dan mana jalan kabupaten/provinsi dan lainnya . 
Tujuannya agar penggunaan serta pelaksanaan kegiatan Dana Desa untuk pembangunan  dapat terukur dan teruji sesuai dgn harapan pemerintah pusat ” Menuju Desa Mandiri :” tegas Robert.
Diakhir penyampaiannya Agus Sitohang Ketua PC Lembaga KCBI berharap, kiranya Bupati Batu bara bapak Ir H Zahir.M.AP dapat mendudukkan orang-orang yg berdedikasi tinggi di OPD Dinas PMD,  jika tidak nantinya pelaksanaan anggaran untuk pembangunan didesa,  bisa sesuka hati tanpa program yang jelas sesuai dalam skala prioritas desa,  termasuk becak.

(salam pranata).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *