Radar 24jam

Radar Nusantara Group

Seekor Bayi Jenis Betina Gajah Sumatra Lahir di Langkat Sumut.

Langkat, radar24jam.com

Seekor induk gajah bernama Sari telah melahirkan seekor anak bayi gajah, Senin (1/2/2021) sekitar pukul 4 pagi kemarin. Kelahiran anak bayi gajah Sumatra ini berada dilokasi penangkaran gajah jinak, di Desa Namo Sialang, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Sumut.

Humas Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) Sumut, Sudiro kepada awak media, Rabu (3/2/2021) mengatakan, kelahiran anak gajah terjadi pada Senin 1 Februari 2021, pukul 4 pagi. Bayi gajah itu berjenis kelamin betina dengan kondisi sehat.

Saat ini indukan gajah yang melahirkan bayinya berada di pusat pelatihan satwa khusus Resort Tangkahan SPTN Wilayah VI Besitang, BPTN Wilayah lll Stabat Balai Besar Taman Nasional Gunung Lauser, tepatnya di Desa Namo Sialang, Kecamatan Batang Serangan, Langkat.

Dikatan Sudiro, proses kelahiran anak gajah pertama kali diketahui oleh petugas Mahout (petugas penjaga gajah). Tindakan petugas Mahout dalam proses kelahiran anak gajah yaitu:

1. Mengamankan lokasi proses kelahiran.

2. Menjauhkan gajah jinak lain dari lokasi proses kelahiran.

3. Berkonsultasi dengan dokter hewan untuk arahan penanganan kelahiran.

4. Mengawasi proses kelahiran.

5. Setelah proses kelahiran selesai, induk dan anak gajah dikeluarkan dari kandang inap dan ditempatkan pada lokasi khusus, yaitu kandang karantina. Proses itu dilakukan untuk memudahkan pengawasan dan perawatan gajah.

6. Mengobati dan membersihkan tali pusar anak gajah dengan obat anti lalat.

7. Mengukur badan dan berat anak gajah.

8. Memantau proses pengeluaran ari-ari dari induk gajah.

9. Memastikan anak gajah dapat menyusu ke induknya.

10. Memastikan asupan pakan dan minum yang cukup untuk induk gajah.

Berdasarkan pengukuran anak gajah yang lahir memiliki berat badan 60 kg. Lingkar dada 104 cm, dan tinggi bahu 80 cm. Anak gajah tersebut lahir dari induk gajah Sumatera yang bernama Sari, yang berumur sekitar 42 tahun, ungkap Sudiro.

Dikatakannya lagi, kelahiran anak gajah ini merupakan kelahiran yang kedua dari induk gajah Sari. Untuk kelahiran pertama pada tahun 2012, dan anak gajah diberi nama Amelia.

Gajah Sari merupakan hasil penangkapan gajah liar di Blok Hutan Wilayah Gampong Keude Ulee Gle, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, pada tahun 1991. Pada saat penangkapan gajah, sebut Sudiro, Sari  (gajah) masih berusia sekitar 12 tahun.

“Disaat kehamilan gajah Sari, diketahui pertama kali bulan September 2020, pada saat dilakukan pemeriksaan rutin dengan menggunakan alat ultrasonografi (USG). Pada saat pemeriksaan tersebut, di diagnosa gajah Sari dalam kondisi hamil pada tahap tri semester akhir.

Kemudian pada bulan Oktober 2020, dilakukan pemeriksaan lagi untuk memastikan kondisi kesehatan gajah Sari. Setelah pemeriksaan tersebut, petugas Mahout dengan panduan dokter hewan melakukan perawatan dan pengawasan terhadap gajah Sari yang lebih intensif, yaitu pemberian vitamin dan memastikan asupan pakan yang cukup.

Hal itu sesuai dengan peraturan menteri LHK Nomor: P.22/MENLHK/SETJEN/KUM.1/5/2019, tentang lembaga konservasi, pengelolaan gajah jinak di tangkahan dilaksanakan dalam bentuk lembaga konservasi khusus, yaitu pusat latihan satwa khusus.

Saat ini pusat latihan satwa khusus tangkahan mengelola gajah jinak sebanyak 8 ekor gajah, diantaranya 5 ekor gajah betina dewasa, 1 ekor gajah jantan dewasa, 1 ekor anak gajah jantan, dan 1 ekor anak gajah betina, sebut Humas BBTNGL Sumut, Sudiro. 

( Radar Metro – Revorter Kab – Langkat UD )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *