Radar 24jam

Radar Nusantara Group

RAPBDes Tahun 2019 Desa Tompotana Kabupaten Takalar Diduga Rekayasa

RAPBDes Tahun 2019 Desa Tompotana Kabupaten Takalar Diduga Rekayasa

Takalar : Radar24jam.com

Adanya pemberitaan beberapa waktu lalu di salah satu media, RAPBDes tahun 2019 Desa Tompotana Kecamatan Kepulauan Tanakeke Kabupaten Takalar terkait penggunaan anggaran Dana Desa pada item pembangunan diduga rekayasa.

Pasalnya, item Pembangunan RAPBDes anggaran tahun 2019 yang dimaksud tidak sesuai fakta dan bukti sebenarnya, yakni pembangunan Dermaga sebesar Rp. 160.600.000,- dan pembangunan Gedung Serba Guna sebesar Rp. 429.000.000,- di lokasi obyek yang sama.

Hal ini diduga anggaran pembangunan dengan menggunakan anggaran dana desa tersebut oleh pemerintah desa yang waktu itu menjabat melakukan kegiatan pembangunan diduga tidak ada alias fiktif.

Olehnya itu, 2 item pembangunan yakni Dermaga dan Gedung Serbaguna yang pelaksanaannya dikerjakan di lokasi obyek yang sama, awalnya akan dibangun Gedung Serbaguna dan selanjutnya dianggarkan pembangunan Dermaga di tahun anggaran RAPBDes yang sama.

Dikutip dari pemberitaan sebelumnya pernyataan seorang warga desa setempat yang namanya tidak ingin dipublikasikan menyampaikan hal tersebut, karena pembangunan Dermaga yang dianggarkan sebesar Rp. 160.600.000,- sampai sekarang tidak ada alias fiktif sesuai RAPBDes tahun 2019, Sabtu (09/01/2021).

Dirinya juga mengetahui bahwa sejak awal sesuai RAPBDes tahun 2019 akan dibangun Gedung Serbaguna, namun entah mengapa dimasukkan juga anggaran pembangunan Dermaga sesuai Laporan Pertanggungjawaban Jawaban (LPJ) di desa sebagai dasar pembangunan Dermaga.

Bahkan, menurutnya pembangunan Gedung Serbaguna yang anggarannya sebesar Rp. 429.000.000,- sesuai RAPBDes tahun 2019 diduga terjadi Mark Up anggaran terhadap bangunan tersebut.

“Sejak awal benar ada pembangunan yang mungkin dikatakan itu adalah dermaga, tapi itu dijadikan sebagai pondasi bangunan untuk pembangunan gedung serbaguna”, ungkapnya.

Lebih lanjut, “jadi dapat dikatakan dalam peribahasa terhadap 2 pembangunan tersebut yaitu Sekali Mendayung Dua Pulau Terlewati, atau sekali membangun 2 anggaran proyek pembangunan teratasi”, ujar warga yang tidak ingin namanya dipublikasikan.

Selain itu, Awaluddin Bendahara Desa Tompotana Awaluddin yang waktu itu dikonfirmasi melalui akun WhatsApp mengatakan bahwa sejak awal pembangunan Gedung Serbaguna dan Dermaga terjadi tumpang tindih pembangunan, Minggu (10/01/2021).

Menurutnya hal ini dikarenakan lokasi obyek yang sama direncanakan awalnya dibangun Dermaga kemudian dilanjutkan dengan pembangunan Gedung Serbaguna dan kegiatan ini dimulai dari nol pondasi bangunan untuk Gedung Serbaguna.

Dirinya selaku Bendahara Desa Tompotana mengungkapkan bahwa 2 item pembangunan ini terjadi tumpang tindih dan pembangunan Dermaga yang dimaksud sesuai RAPBDes tahun 2019.

Bahkan, dirinya juga tidak membenarkan jika pembangunan Dermaga tersebut dikatakan tidak ada alias diduga fiktif, karena pembangunan Dermaga yang dimaksud, di atas obyek tersebut juga dibangun Gedung Serbaguna, sehingga pembangunan Dermaga di tahun yang sama tidak nampak secara nyata.

“benar itu anggaran pembangunan 2 item tumpang tindih dalam pelaksanaan dan pembangunan Dermaga berupa tanggul keliling”, tuturnya.

“Lagipula sejak awal tujuan rencana di desa adalah pembangunan gedung serba guna”, ujar seorang Bendahara Desa Tompotana.

Sementara itu, mantan Desa Tompotana Supriadi Siantang yang menjabat waktu itu saat dikonfirmasi melalui akun WhatsAppnya tidak juga memberikan klarifikasi dan seakan mengabaikan informasi terkait hal tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *