Radar 24jam

Radar Nusantara Group

Ribka Tjiptaning Sebar Berita Hoaks?Penjelasan Kadinkes Sukabumi Soal Lumpuh Setelah Divaksin Polio

Ribka Tjiptaning Sebar Berita Hoaks?Penjelsan Kadinkes Sukabumi Soal Lumpuh Setelah Divaksin Polio

Sukabumi : Radar24jam.com

Dinas kesehatan (Dinkes) kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menanggapi pernyataan politikus PDIP Riba Tjiptaning. Dalam pernyataan menolak Vaksinasi, Ribka menyebut warga Sukabumi lumpuh sesuai disuntik vaksin antipolio.
Hal itu disampaikan Ribka dalam rapat DPR RI bersama Menteri kesehatan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Sukabumi, Harun Alrasyid, mengatakan, tidak ada data warga Sukabumi lumpuh sesuai disuntik vaksin antipolio.

Menurutnya,yang ada adalah lumpuh tersebut terjadi karena merupakan tanda-tanda orang yang kena polio.

“Engga ada data kita yang disuntik polio lumpuh. Bukan lumpuh disuntik polio.kan kasus tanda-tanda polio itu adalah lumpuh layu, sehingga pada waktu itu dilakukanlah yang disebut dengan pekan imunisasi nasional,” ujar Harun via telepon.

Ia menyebut,imunisasi itu dilakukan kepada anak di bawah lima tahun hingga 11 tahun.
Ia kembali menegaskan,tidak ada kasus warga Sukabumi lumpuh setelah disuntik vaksin antipolio.

“Termasuk dari umur 11 sampai kurang dari 5 tahun,semua diimunisasi polio. Bukan disuntik polio lumpuh. Tapi, salah satu tanda-tanda polio itu lumpuh layu, lumpuh layu itu tidak bisa jalan dan kadang-kadang bisa timbul yang disebut bagian daripada tubuh ada yang mengecil,” jelas Harun.

Harun juga mengatakan, setiap orang berhak diimunisasi karena imunisasi tersebut adalah upaya membentuk kekebalan tubuh.

“Kalau dipandang dari segi undang-undang, malah setiap anak, setiap orang berhak untuk mendapat pelayanan dan perlindungan kesehatan. Termasuk Imunisasi itu sebagai upaya membentuk kekebalan tubuh dengan diberikan vaksin,” ucap Harun.
Bahkan, Harun menyebut orang tua yang tidak memberikan hak kepada anaknya untuk diimunisasi dapat dituntut sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Dan setiap orang juga berhak menuntut kepada pemerintah untuk mendapatkan imunisasi itu sendiri, misal, seorang anak lahir dari seorang ibu,ketika anak itu tidak diimunisasi oleh kedua orang tuanya, maka si orang tua itu berhak untuk dituntut karena tidak memberikan haknya kepada anak untuk diimunisasi,”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *