Radar 24jam

Radar Nusantara Group

TERNYATA INI FAKTA DIBALIK NEKATNYA AYU PENJARAKAN IBU KANDUNGNYA.

Demak : Radar24jam.com

Melalui video berdurasi 2,5 menit, Agesti Ayu Wulandari (19) menyampaikan alasannya enggan mencabut laporan terhadap ibu kandungnya, Sumiyatun (36).

Sebelumnya, Ayu melaporkan sang ibu ke Mapolres Demak atas dugaan penganiayaan akibat dari pertengkaran yang terjadi pada 21 Agustus 2020.

Saat itu Ayu yang tinggal bersama bapaknya ke rumah untuk mengambil pakaian. Namun, Sumiyatun mengaku sudah membuang pakaian Ayu karena merasa kesal lantaran anak perempuannya itu turut membencinya dan terjadilah keributan.

Hingga saat ini, Ayu tetap ngotot untuk tidak mencabut laporan dan ingin memenjarakan ibu kandungnya tersebut dengan sebuah alasan.

Berikut penjelasan mahasiswa semester satu di kampus Jakarta ini, sebagaimana dalam video yang ia kirimkan kepada Tribunjateng.com, Minggu, (10/01/2021).

“Saya Agesti Ayu Wulandari, mungkin di luar sana, para netizen dan rekan-rekan sekarang lagi ramai dengan berita anak durhaka yang telah melaporkan ibu kandungnya sehingga terancam penjara.

Perlu saya jelaskan mungkinkah seorang anak memenjarakan seorang ibu, jika ibunya tidak keterlaluan? Ini pertanyaan dasar. Mohon dijawab di hati. Dan jujur mengapa saya melaporkan ibu saya. Pertama, karena saya tidak ingin membuka ibu saya dan aib keluarga saya. Saya hanya ingin mencari keadilan. Karena keadilan itu ada di hukum. Sehingga mudah-mudahan keadilan ini bisa saya dapatkan. Saya mahasiswa semester I dan punya dua adik. Mudah-mudahan ini bisa menjadi pelajaran dan hikmah bagi kita semua. Khususnya kepada orangtua saya, yaitu ibu saya. Mudah-mudahan ibu saya yang melahirkan saya bisa intropeksi. Dan jangan malu meminta maaf karena menyebarkan berita bohong dan berita dusta. Sekali lagi, bagaimanapun, walaupun saya mencari keadilan, mencari penegakan hukum, saya tetap menganggap ibu saya adalah ibu saya. Ibu saya yang telah melahirkan saya. Tetapi Allah memerintahkan kita agar kita mendapatkan keadilan dari negara, juga mendapatkan keadilan dari negara. Sekali lagi, saya Agesti Ayu Wulandari memohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Indonesia jika ada pemberitaan yang kurang berkenan di hati. Sekali lagi saya mohon maaf. Saya tidak bisa mengumbar dan membuka aib keluarga saya. Saya juga mengucapkan terimakasih kepada Pak Dedi Mulyadi yang telah mendamaikan. Mohon maaf bapak saya tidak bisa mencabut, saya mencari keadilan.”

Berawal Perselingkuhan
Khoirur Rohman (41), ayah dari Ayu (19) menjelaskan bahwa masalah pakaian bukanlah duduk masalah dari laporan anaknya, akan tetapi perselingkuhan.

Khoirur menuturkan, mantan istrinya itu telah berselingkuh dengan laki-laki berinisial L alias W.

“Jadi kronologis sebenarnya bukan dari masalah perkara pakaian seperti yang di beritakan di media. Di mana awal mulanya, saya dan istri saya sudah terjadi disharmonis dalam rumah tangga sejak 2 tahun yang lalu,” katanya, Sabtu, (9/1/2021)

Khoirur menyaksikan sendiri dengan mata kepalanya perselingkuhan Sumiyatun (36) itu. Semenjak kejadian itu, menurut Khoirur, hubungan anak-anaknya dengan sang mantan istri menjadi renggang.

Bahkan, kata dia, Sumiyatun sempat mengancam Ayu untuk tidak buka mulut tentang perselingkuhannya itu. Namun, akhirnya Ayu menceritakan perselingkuhan ibunya itu yang kerap di lakukan di hotel Kediri, Bandungan sejak April – Agustus 2020.

Tidak sampai di situ, Sumiyatun bahkan pernah tidur sekamar bersama Waloh, selingkuhannya, dengan anaknya yang kecil sedang dua lainnya di kamar sebelahnya.

Akibat perselingkuhan itu, keluarga Khoirur Rohman berantakan dan ia menggugat cerai Sumiyatun pada Agustus atau September 2020.Keputusan perceraian pun keluar pada 7 Januari 2021, sehingga waktu pertengkaran Ayu dan Sumiyatun terjadi keduanya belum resmi bercerai.


Sejak hubungan rumah tangga orang tuanya tidak harmonis, Ayu memilih tinggal di rumah neneknya sekaligus rumah bapaknya di Desa Karangasem, Kecamatan Sayung bahkan sebelum kedua orang tuanya bercerai.

Karena telah pisah rumah dengan sang ibu, Ayu bersama ayahnya berniat mengambil pakaiannya di rumah Sumiyatun pada 21 Agustus 2020. Namun setibanya di rumah tersebut, bukan baju yang Ayu dapat malah kemarahan dari Sumiyatun.

“kamu tu anak durhaka lapo koe neng kene (kamu itu anak durhaka ngapain kamu disini),” kata Khoirur menirukan perkaraan Sumiyatun kepadan AAW

Tak menghiraukan ucapan sang ibu, Ayu tetap mencari bajunya tetapi Sumiyatun malah mendekati Ayu sambil marah.

“koe goleki opo klambimu wes tak buak wes tak bakar (kamu mencari apa bajumu sudah aku buang sudah aku bakar),” ucap Sumiyatun, cerita Khoirur.

Kemudian Sumiyatun pun mendorong Ayu. Melihat tindakan ibunya Ayu lantas bergegas keluar rumah, tetapi Sumiyatun mengejar Ayu dan menarik kerudungnya. Ia turut menjambak rambut Ayu hingga membuatnya mundur ke belakang beberapa langkah.

Tak hanya itu, kata Khoirur, Sumiyatun kemudian juga mencakar Ayu yang menyebabkan pelipis kiri dan hidungnya terluka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *